Pages

Selasa, 08 Februari 2022

SEJARAH BERDIRINYA KAB KAUR


SEJARAH BERDIRINYA KABUPATEN KAUR.
Oleh: Drs.H.Son.Eswandy 
Ketua PWK Palembang 2007 - 2017.
Drs H Son Eswandy Ketua PWK       Palembang 2007 -  2017

Kabupaten Kaur yang dulunya merupakan  Eks Kewedanaan  Kaur  meliputi  wilayah  hanya  3  kecamatan  saja yaitu  Kecamatan kaur  Utara, kecamatan kaur tengah dan kecamatan kaur Selatan  dengan  ibukotanya  Bintuhan . 

Wilayah kabupaten ini  memanjang  dari Utara ke  Selatan disepanjang  pesisir pantai  barat Pulau Sumatra  , mulai  dari  perbatasan kabupaten Bengkulu Selatan  yaitu  jembatan Sulawangi   sampai dengan  jembatan Air menunglah  di Kabupaten lampung barat berbatasan dg Propinsi  lampung .


Luas  wilayah kabupaten kaur  dipesisir  pantai pulai sumatera  mempunyai luas  wilayah   daratan 2 ribu 556 Km2  terdiri dari daerah daratan pesisir Pantai  dan bukit bukit barisan  dengan  garis  pantai   sepanjang  106,6 Km  dan luas  kawasan  laut  sejauh  4 Mil  dari garis  pantai  meliputi  wilayah  seluas  789,69 Km2.


Kabupaten  kaur  berdiri  berdasar kan  Undang  Undang No. 3 Tahun 2003 yang  disyahkan oleh  DPR RI  pada tanggal 27 januari  2003 Tentang  terbentuknya  atau disyah kannya  Kabupaten baru di Propinsi  Bengkulu . Kabupaten  baru tersebut   adalah kabupaten Muko Muko , Kabupaten  Seluma  dan  kabupaten  kaur .

Menjelang  diberlakukan  Undang Undang  No 3 tahun 2003 tersebut kabupaten Kaur  di mekar kan Menjadi 7 Kecamatan  yaitu terdiri dari 3 kecamatan induk yaitu  kecamatan   kaur Utara ,  Kecamatan kaur tengah  dan Kecamatan kaur selatan ditambah dengan 4 perwakilan kecamatan dijadikan kecamatan difinitif yaitu kecamatan Muara tetap , Kecamatan Maje , Kecamatan  Nasal dan kecamatan Tanjung  Kemuning .
      DR Ir H Hermin Malik Msc

Berdirinya  Kabupaten  kaur  melalui Undang  Undang Nomor 3 tahun 2003 tersebut tidak terlepas  dari prosess perjuangan  yang panjang  rakyat Eks  Kewedanaan  kaur  yang  memperjuangkan   agar wilayah  Eks kewedanaan kaur  yang meliputi  3 kecamatan induk dan 4  kecamatan perwakilan  untuk  menjadi  Kabupaten tersendiri  memisahkan  diri  dengan  Kabupaten Induk  yaitu kabupaten Bengkulu  Selatan . 
       Syamhardi Saleh ( Angdi )

             Buy Syukur  Alwi 
 
Adanya Undang undang  Nomor  22 Tahun 1999  Tentang  Pemerintah daerah  dengan Otonomi daerah nya  memungkinkan  terbentuknya daerah Otonomi  ,Kabupaten atau  Propinsi  baru  yang berdiri sendiri  memisahkan dengan wilayah  induknya  untuk lebih mempermudahkan  pelayanan memperpendek rentang waktu kegiatan administrasi pembangunan dan administrasi  publik  kegiatan  pembangunan  melalui  otonomi  daerah. 
Jatuhnya rezim Suharto dengan  timbulnya  reformasi di berbagai  bidang  baik dalam pemerintahan , budaya dan organisasi kenegaraan  yang  kesemuanya itu  memacu  Rakyat eks  Kewedanaan  kaur itu membentuk kabupaten baru  memisahkan diri dg kabupaten Induk  dan usul ini terus bergema  dan bermunculan  disetiap  saat  apabila ada pertemuan .
Usulan2 petisi tersebut juga terdengar  oleh warga  Kaur lainnya yang diperantauan yg tergabung dlm komunitas Persatuan Warga Kaur  diseluruh tanah air  khususnya Warga Kaur di Jakata baik di Palembang , Lampung , Jogyakarta dan Bengkulu  mengusulkan agar Ke Wedanaan  Kaur  memisahkan dari kabupaten  induk,  Atau jadikan Bintuhan sebagai ibukota Dati 2 Bengkulu Selatan. 

Termasuk diantaranya  Usul  usul tersebut datang dari   Persatuan  Warga kaur  PWK Jakarta ,  Himpunan Anak Kaur - HAK - Palembang ,  PWK Bengkulu   , termasuk diantara juga usulan Himpunan Generasi muda Kaur Jakarta Baik yg berada di Bintuhan maupun Bengkulu.

Salah satu tokoh yg banyak berperan dlm memperjuangkan  berdiri nya Kab Kaur ini Adalah Habib Alwi Achmad Syeh Abubakar  beliau sebagai anggota DPR MPR RI mewakili prop Bengkulu pd waktu itu yg senantiasa meberikan fasilitasi dukungan  dari usulan untuk berdirinya Kab Kaur.
Habib Alwi Syeh Abubakar beserta isteri Hj Zaidah

Beliaulah  yg mensponsori Pertemuan dg tokoh2 masyarakat Bengkulu termasuk Pasirah Kepala Marga Se kewedanaaan Kaur untuk datang dan hadir  dlm  pertemuan  dg Gub Bengkulu yg baru Ali amin SH  pd th 1969 di Hotel Samudra Bengkulu termasuk dlm acara tsb petisi untuk menyuara kan berdirinya  Kewedanaan Kaur dapat memisahkan diri dg Kabupaten Bengkulu Selatan dan membuat spanduk2  menyuaraka agar daerah KeWedanaan Kaur berdiri sendiri lepas dari Dati 2 Bengkulu Selatan.

Sebenarnya usaha Untuk menjadikan  wilayah eks Kewedanaan kaur  menjadi  kabupaten   difinitif  sudah  dimulai dan dilakukan  jauh jauh hari ,   sebelum adarnya  reformasi .

Rakyat kaur  dg adanya Reformasi. menghendaki adanya  perubahan  yang lebih baik  dan peningkatan  kesejahteraan  rakyat kaur dan ingin  mengolah potensi  kekayaan alam secara sendiri dan otonomi , Apalagi  daerah kaur  saat itu  masih sangat ketinggalan dan  terkebelakang  dibanding kan  dengan daerah  lainnya  di tanah  air , Sedang kan akses perekonomian Kaur khususnya Bintuhan banyak lah melalui Jakarta dan Bengkulu di banding kan dg Manna mengingat buruk nya transportasi darat pada waktu itu 

Saya masih ingat ketika saya baru masuk SMP sekitar tahun 1963 ketika kunjungan Gubernur Sumatra selatan Achmad Bastari pada waktu itu  melakukan kunjungan  Ke Bintuhan  Ada spanduk yg dipasang antara Muara Kinal Dan Desa Mentiring dijembatan yg rusak berat   Oleh seorang Tokoh masyarakat kaur  yg bernama Tajap Marzuki Dari Kinal .  Sepanduk tersebut   bertuliskan inilah  hasil kemerdekaan RI  yg membuat Gubernur tersebut tersinggung dan marah dan menuduh sabotase .  Akhirnya tajap tersebut  masuk penjara di Manna 

Ini adalah bgn dari perjuangan rakyat Kaur tidak terlepas dari suara rakyat ingin daerah nya diperhatikan dan dibangun .

Ketika Tajap tersebut terpilih jadi anggota DPR Kabupaten Bengkulu Selatan ia tetap gencar menyuarakan suara rakyat bersama Habib Alwi Syeh Abubakar tokoh masyarakat Kaur yg juga anggota DPRD Kab  Bengkulu selatan dari Bintuhan dan mengusulkan agar Kaur menjadi kabupaten  sendiri terpisah dari Kab Bengkulu Selatan  dan usul2  tersebut senantiasa  kandas ditengah jalan tidak disetujui oleh Kabupaten atau Dati  2 Bengkulu Selatan .

Utusan KAPPI Kesatuan Aksi pemuda Pelajar Indonesia dari Kaur yg di pimpin  Oleh  Alm Suparwan Zahari dengan sekretaris Alm Moh Daili H.saied pada  awal2  tahun 1966  berjalan kaki 2 hari 2 malam dari  Bintuhan  menuju ke Kota Manna ibukota kabupaten Bengkulu selatan untuk menghadiri  Appel  KAPI Sekabupaten  Bengkulu Selatan.

Dimana dalam kesempatan tersebut Utusan KAPI  Bintuhan Atas saran Tokoh masyarakat Kaur Habib Alwi SyehAbubakar mengusulkan melalui KAPI agar Bupati Syah Johan dapat memperbaiki sarana Jalan menuju Bintuhan yg rusak serta petisi  agar Ibukota Kabupaten Bengkulu  Selatan di Pindahkan saja  ke  Bintuhan .
Namun usul tersebut juga tidak membuahkan hasil   , kandas ditengah  jalan  dan  tidak pernah di gubris  hanya menjadi tertawaan  orang saja .  itulah bagian dari perjuangan  Rakyat   Eks kewedanaan kaur untuk memperjuangan agar menjadi kabupaten tersendiri ,

Utusan KAPPI Kaur tersebut saya masih ingat berjumlah 5 orang lebih   antara lain  Sdr  Suparwan Zahari  , Moh  Daili Saied . Ali reda ,  Sabidi dan saya Sendiri selaku Seksi Pengerahan massa  selebihnya saya tidak ingat lagi  guna  mengusulkan agar  pemerintah daerah   memperhatikan  dan memperbaiki sarana  jalan yg  rusak  yg pada waktu itu tidak bisa  dilalui sama sekali  oleh kenderaan.

Prasana  jalan pada saat itu sangat memperihatinkan sekali , disamping mengusulkan agar ibukota Kabupaten Bengkulu selatan dipindahkan ke  Bintuhan saja  atau  perlu  dibentuk nya  Kabupaten Kaur  yang baru  dengan  memisahkan diri dengan   kabupaten  Bengkulu  Selatan .

Sekitar Tahun 1967 tokoh Masyarakat kaur Sekaligus juga Anggota DPRGR / MPR RI utusan Propinsi  Bengkulu Habib S.Alwie Ahmad  Syeh Abubakar melakukan telaah ulang / menselusuri kembali wacana pengusulan  daerah Eks Kewedanaan  kaur  untuk di jadikan Kabupaten  baru memisahkan dg  kabupaten Bengkulu  Selatan  namun usaha itu sia sia belaka  juga kandas  ditengah jalan .
Sekitar  th 1970 moment yg paling bekesan ketika kunjungan Gubernur  Bkl  Ali Amin SH Ke Bintuhan   guna mendengar kan dan melihat langsung asfirasi Masyakat Kaur .

Pernyataan sikap Masyarakat dibacakan oleh Drs Sofyan Suri di hadapan Gubernur Bkl Ali Amin SH dan Bupati Syahjohan  bertempat di  Hotel Murni Bth  untuk selanjutnya diteruskan Ketingkat kabupaten dan propnsi Bengkulu .

Resolusi maupun Usulan usulan  Untuk menjadikan Kaur  menjadi  Kabupaten baru  terus bergema  sampai dengan  awal tahun 1977  bersama delegasi Persatuan warga  kaur PWK Jakarta Pimpinan Hasbullah Oesman bersama Himpunan Mahasiswa Kaur Jakarta - HMKJ  yg dipelopori Suparwan Zahari, Daili Said,  Yanwar Dawam dan Thabran Alwi , dan  kawan2  lain nya .

Pada prinsipnya mereka  berusaha  menyampaikan pernyataaan msyaraKat  Kaur baik  kepada  Bupati Bengkulu Selatan dan Gubernur Bengkulu  yg kesemuanya  itu tidak mendapat tanggapan  dari Bupati  Syah Johan apa lagi sampai menyentuh  kepemerintah propinsi  karena wewenang  ada pada  DPR kabupaten dan Gubernur   Bengkulu .

Sekitar  tahun 1971 masyarakat kaur bersama tokoh agama membentuk Wadah /organisasi PMRK atau Perjuangan  Masyarakat Rakyat Kaur  dirumah H Nurdin Razak dg ketua terpilih Drs Sofyan Suri , Humas Sadaruddin Syaleh, bendahara Syahran Ali.

Perjuangan untuk memisahkan dg Kab Bengkulu Selatan terus bergejolak  ditandai Tgl 13 Agustus 1971 masyarakat berkumpul di lapangan Merdeka Bintuhan guna menyambut kedatangan Bupati Dati 2 Bengkulu  Syah Djohan guna mendendengarkan  asfirasi masyarakat yg dihadiri oleh para relawan yg tergabung organisasi  Perjuangan Masyarakat rakyat kaur juga Gerasi Muda Kaur yg diketuai  oleh Syarnubi  Syarif sekaligus penyampaian asfirasi Rakyat Kaur yg penuh gejolak yg mengakibat kan ditangkap nya berapa tokoh masrakat  Kaur oleh Polisi antara lain Syarnubi Syarief 

Perjuangan PMRK ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Habib Alwi yg pada waktu selaku anggota DPR MPR utusan Propinsi  Bkl Untuk segera menyampai petisi rakyat Kaur Ke Bkl melalui persetujuan DPRD dari 2 Bengkulu Selatan agar segera dibentuknya Kab Kaur 

Dukungan Perjuangan terus mengalir baik dari Persatuan Warga Kaur Jakarta pimpinan Hasbullah Oesman dan PWK Bengkulu dan Organisasi GEMA Generasi muda Kaur dg ketua Syarnubi Syarif.

Dengan Jatuhnya Rezim Suharto  Presiden  RI Tahun 1998 Gaung Reformasi pun bergema kembali , Usaha untuk menjadikan Kabupaten baru   muncul  kembali  oleh  Tokoh  tokoh  masyarakat  kaur  dan  rakyat  kaur  yang berkumpul  di rumah  Syadaruddin  Syaleh  pada  tgl 14 April 1999 melakukan dialog terbuka  dan  berdiskusi  untuk membentuk Kepanitiaan  membuat usulan kembali Ke pada  DPRD Dati 2   Bengkulu Selatan  maupun  susulan ke pemerintah pusat .  Tokoh2  masyarakat  kaur  yg  berkumpul  pada  waktu itu  adalah  H A.Rani Saleh , H.Zahari , H Sirajudin  Fadel , Sabri Abdullah , Syamhardi Saleh , Mansyur  Manca SH , Zulkarnain Musa , Kasirwan dkk  serta  tokoh2 masyarakat Kaur  lainnya  yg hadir pada saat rembuk atau Musyawarah tersebut. Musyawarah  yang berlangsung dirumah Syadarudin Saleh   tersebut  mendapat  tanggapan positif dan perdebatan  dari masyrakat kaur  dengan banyaknya  usul  dan   pendapat  dan berhasil  menyatakan  kebulatan tekad  guna menjadikan  Eks Kewedanaan  Kaur   menjadi  Kabupaten  definitive .

Rapat dan Musyawarah masyarakat kaur Yg berlangsung dirumah Syadarudin Saleh dilanjutkan kembali pada tgl  15 April 1999 dan berhasil membuat beberapa rekomendasi dan Usulan sekaligus  membentuk  Panitia Musyawarah Masyarakat  kaur  dengan  Ketua  terpilih  Syamhardi  Saleh  dan  Sekretaris  terpilih  Johan Syafri mahwi.

Hasrat yang sangat besar  kemauan masyarakat kaur  untuk menjadikan  Eks Kewedanaan Kaur menjadi kabupaten difinitif tidak terbendung lagi dengan adanya  dukungan  dari  berbagai   organisasi  maupun  pernyataan  msyarakat Kaur yang berada di perantauan  .   
Sehingga diharapkan  proses  pemekaran  kabupaten ini  juga  bertujuan  agar semua  penyelenggaraan  Pemerintah  dapat dikontrol dan dipantau  lebih  mudah . dengan  adanya  pemekaran Eks Kewedanaan  Kaur  juga  dapat menggali  dan membangun  potensi   yang dimilikinya  untuk kemakmuran  , kesejahteraan  dan  kemajuan  daerahnya sendiri .

Gema reformasi pun terus bergaung sampai kepelosok pelosok desa  yg membangkitkan semangat dan gairah rakyat  kaur  untuk terus merealisasikan usulan  dengan digelarnya  Rapat Akbar pada tanggal 17 April  th 1999  bertempat di Aula kantor  Camat kaur Selatan Bintuhan Rapat akbar tersebut di ikuti  oleh seluruh elemen dan tokoh masyarakat kaur dari  3 Kecamatan  induk dan 4 Kecamatan perwakilan  diwilayah eks  Ke wedanaan Kaur , juga  dihadiri  oleh  tokoh  masyarakat  kaur  baik yang berada  asal Jakarta , Bengkulu dan  Palembang  maupun  masyarakat  Kaur  yang berada  dikabupaten induk  Bengkulu Selatan .

Dalam  Rapat Akbar  yang berlangsung  di Aula kantor Camat kaur Selatan menetapkan Komposisi  dan pengurus  Forum Persiapan Kabupaten Eks Kewedanaan  kaur  ( FPKK )  secara  aklamasi  memilih Ketua  Umumnya  adalah  Syamhardi saleh  sedangkan  Pengurus lainnya dipilih  melalui tim Formatur  yang di  bentuk saat itu.  Rapat  akbar  ini  menetapkan Ke panitiaan  dan mempersiapkan  usul usul rekomendasi melalui proposal   agar segera terbentuknya  Kabupaten  kaur .

Adanya kelambanan dan stagnasi yg dilakukan oleh  Presidium Persiapan Pembentukan Kabupaten dibawah kepemimpinan Syamhardi  Syaleh   maka kepempinan Presidium diganti atau diterus kan Oleh Buyung Syukur Alwi  dg beberapa anggota baru antara lain Syarnubi Syarif , Drs Sofyan Suri dan Hermin Malik sebagai tenaga pemikir ilmiah dari Unib Bengkulu.
 
Rapat2 tingkat Presidium terus dilakukan di Hotel Gumay Bengkulu  kebetulan milik Org Bintuhan Kadir Hamid  yg banyak berjasa dlm memper juangkan berdirinya Kab Kaur, di bawah Komando Buy Syukur hampir setiap bulan melakukan rapat2  dan konsoildasi di Hotel tsb bersama Pekumpulan Masyakat Bengkulu yg di Ketuai oleh  Buy Syukur Alwi  , Wk Ketua Drs Asnawi Lamat dan sekretaris Yudian Rasyid Cikal bakal  nya PWK Bengkulu. 

Anggota DPRD Dati  Bengkulu Selatan setelah  mendengarkan paparan  yg disampai kan Oleh DR Hermin Malik cs secara aklamasi  disetujui oleh DPRD Dati 2 Bengkulu Selatan dg tidak ada sanggahan sedikit pun semua anggota menyetujui.
 
Apa   yang  dilakukan  oleh  Presidium  Pembentukan  Kabupaten  kaur   ( PPKK) ini membuahkan hasil dengan dikeluarkannya Surat Keputusan No.35 Tahun 2000 DPRD  Kabupaten Bengkulu  Selatan tentang disetujui nya pemekaran wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan  Yaitu  Wilayah Eks kewedanaan kaur meliputi 3 Kecamatan Induk dan 4 kecamatan perwakilan , menjadi Kabupaten baru yaitu kabupaten kaur .Keputusan DPRD Kabupaten  Bengkulu selatan  kemudian disempurnakan lagi dengan Surat Keputusan   Nomor 16 Tahun  2001 mengenai pemekaran wilayah  kabupaten Bengkulu  selatan tersebut .

Kemudian Melalui Surat keputusan Nomor 27 tahun 2002 DPRD Kabupaten Bengkulu selatan  ditetapkan sebagai  Ibukota  kabupaten kaur  adalah Bintuhan  dengan Wilayahnya  meliputi   3  kecamatan  induk dan 4 kecamatan perwakilan sekaligus batas batas wilayahnya   seluas 2 ribu 556 km2.  Melalui Surat Keputusan   No. 30 tahun  2002 disetujui nya dukungan  dana terhadap kabupaten kaur oleh kabupaten induk serta Surat keputusan Nomor  31 DPRD kab Bengkulu selatan  mengenai  biaya  pemekaran kabupaten  dan  biaya peninjauan  Oleh Tim  Departemen  ke  Persiapan  Kabupaten  Seluma  dan kabupaten   Kaur .

Perjalanan panjang Untuk menjadikan Eks kewedanaan  Kaur  pun berakhir  tepat  tanggal  27 Januari  2003  disahkan nya   Undang Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang terbentuknya  kabupaten baru dalam propinsi Bengkulu , yaitu terbentuknya  kabupaten Muko Muko , kabupaten Seluma dan kabupaten kaur . Melalui  Surat Keputusan Menteri dalam  negeri Nomor .131.28-258 tahun  2003  di angkatnya   Sdr  Ir.H.Syaukani Saleh  Sebagai Careteker  Pejabat Bupati kabupaten kaur , pada waktu itu Ir.H. Syaukani saleh  masih menjabat sebagai kepala Dinas perkebunan Propinsi  Bengkulu.   

Pelantikan  Ir H Syaukani  Saleh  dilakukan sebagai Pejabat atau caretaker Bupati Kaur Tanggal 23 mei 2003 dan secara resmi  Eks Kewedanaan kaur menjadi Kabupaten kaur definitive  dengan  ibukotanya  Bintuhan .. Sejak tangal 23 Mei  2003  Kegiatan  Pemerintahan Kabupaten  mulai  resmi bergulir dengan  melaksanakan  sistim  adminstrasi  pemerintahan  namun Anggaran masih berinduk ke kabupaten Bengkulu Selatan di  Manna  sampai   terbentuknya  dinas  dan  instansi  dan  Bupati  terpilih  definitive  .

Pada  Bulan Juni  Tahun 2005 Untuk  pertama  kali  Pilkada   Kaur  di lakukan untuk  memilih  Bupati kaur definitive .  Dalam  Pilkada  kaur tersebut  terpilih Ir H Syaukani  saleh sebagai Bupati kaur dan Wakil Bupati   Kaur  Drs Warman  Suwardi  untuk  Priode  Tahun  2005 – 2010. Pelantikan  Bupati kaur terpilih Priode th 2005 – 2010 berlangsung tgl  4  Agustus 2005  di lakukan  di Propinsi Bengkulu   mengingat menghindari adanya  pasca  kerusuhan  yang   terjadi selama  Pilkada   kaur  tersebut .

Belum  sampai  setahun  kepemimpinan  Ir H.Syaukani Saleh beliau  meninggal dunia  karena  sakit  tanggal 11  April 2006  dan di lanjutkan kepemimpinan oleh  Wakil Bupati  Kaur   Drs H Warman Suwardi  dan pelantikan dilakukan pada  tanggal  20  Mei 2006  .

Proses kepemimpinan pun terus  bergulir dan berlanjut dibawah  Kepemimpinan  Bupati  kaur  Drs H.Warman Suwardi MM  sampai  dengan akhir masa  jabatan Bupati  Kaur  Tahun  2010.

Pada tanggal 3  Juli 2010 Pemilihan Umum kepala daerah  atau Pilkada kabupaten  ke 2   Dilakukan  untuk  memilih  Bupati  Kaur  untuk  Priode  2011 -2016   . Pilkada Tanggal 3  Juli  2010 menghasilkan  2 Pasangan kandidat pemenang  masing masing Kol Joharman Saleh berpasangan dg Drs Anhar Basyarudin dan DR.Hermin Malik Msc Berpasangan Dengan Hj Yulis Suti Sutri. dilanjutkan dengan Pilkada Putaran ke  2  tanggal 27  Maret  2011 . 
Keluar  sebagai  Pemenang   pada  Pilkada  putaran ke 2  tanggal 27  Maret 2011  adalah DR.Hermen malik Msc berpasangan  dengan Hj Yuli Suti Sutri Untuk Priode  2011  -  2016.  dan seterusnya kepemimpinan Kab Kaur silih bergant sesuai dg  perUndang2an  dan asfirasi masyarakat Kaur.//Son
----------------------------------

Daftar  Bacaan
1.Profile Kab Kaur Pemda Kab Kaur th 2003
2. Hasil Musrembang Kab Kaur th  2008.
3. Wawancara dg Syamhardi Syaleh dan Syadaruddin Saleh di Bintuhan th 2003
4. Wawancara dg Zulkipli Tempuh mantan ketua GPPK Plg th  2018
5. Wawancara dg Syarnubi Syarief Mantan Camat Kaur Selatan th 2022
6. Wawancara dg Buy Syukur Alwi  th 2022



      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar