Pages

Minggu, 30 Januari 2022

KOTA PURWOKERTO SEBAGAI KOTA TUA DAN SEJARAH ADA MAKAM / KUBURAN DI TENGAH JALAN SUBHANALLAH

Pergi ke tempat2 lain di luar kota di Usia  Senja .... terasa nikmat . Apa lagi di kota tsb  belum pernah dikunjungi  guna menjenguk  Anak dan cucu2 ,  Sambil ber rekreasi dg  suasana yang baru .....waww...nikmatnya.

Fa bi ayyi ala Irabbi-kumaa tukadzdzibaan"
Artinya : ......"Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang ' *Kamu Dustakan'?* "Q.s.ARachman ayat 13 

KOTA  PURWOKERTO SEBAGAI KOTA TUA  DAN SEJARAH  ADA MAKAM / KUBURAN   DI TENGAH JALAN  SUBHANALLAH.


Saat ini kami masih berada di kota Purwokerto  sejak tgl 10 Januari 2022  yg lalu dlm rangkaian  berlibur memangah serta mengunjungi anak cucu dan menantu yg bermukim di Purwokerto .

Di Purwokerto ini menurut pantauan kami termasuk kota tua dan eklusif banyak bangunan tua dikota ini yg mempunyai nilai sejarah serta ciri khusus yg perlu di pelajari dan diteliti bahkan ada makam sesepuh atau Tokoh Purwokerto ditengah jalan  dlm kota Purwokerto.
Makam di tengah jalan di Purwokerto ini  yang juga dikenal sebagai makam   Ragasemangsang  merupakan salah satu bangunan kuno yang  terletak  di jalan Ragasemangsang, dekat alun-alun Purwokerto.

Konon menurut cerita Raden Pekih kalah oleh Raga semangsang meskipun tubuhnya telah tercabik-cabik oleh senjata namun kembali menyatu setiap kali menyentuh tanah. 
Akibat kalah ilmu, akhirnya Raden Pekih tewas dalam adu kesaktian tersebut.

Makam tersebut sudah ada sejak ratusan tahun lalu, bahkan banyak orang yang ziarah ke makam tersebut. Malah orang dari luar kota seperti Tasikmalaya dan Surabaya, serta warga Tionghoa yang datang ziarah. Bahkan hingga pejabat pun  pernah ada yang mendatangi makam tersebut.

Pada masa dahulu makam tersebut pernah akan dipindah. Namun rencana itu batal karena tak ada yang kuat memindah kan nya dan akhirnya makam itu tetap berada di lokasi tersebut. 
Dia mengingat dulu makam tersebut dulu berada di pinggir jalan hingga dilakukan pelebaran, tapi makam tersebut tidak dipindah.

Saat ada pengerjaan membuat galian saluran air yang melintasi makam untuk disalurkan ke perkampungan. Tiba-tiba salah satu pekerjanya langsung jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
Dulu ada juru kunci makam yg menjaga , tapi setelah juru kuncinya meninggal tidak ada lagi yang menuruni sebagai juru kunci termasuk anaknya.

Keberadaan makam ini Setidaknya terdapat tiga versi cerita mengenai makam ini. Versi pertama yang mengatakan ada hubungannya dengan cerita babat Kamandaka. 
Kemudian versi cerita Kyai Pekih. Ketiga, cerita tentang orang yang terjun payung jatuh sebelum kemerdekaan dan dimakamkan di lokasi tersebut.
"Dari beberapa versi yang berkembang dan didukung oleh cerita di masyarakat sekitar itu yang mendekati ya yang Kyai Pekih. Jadi itu ceritanya yang babat Kyai Pekih itu tarung sama garong yang sakti karena punya ajian Pancasona, sehingga matinya itu harus tidak kena tanah. Makanya terus digantung di pohon beringin, setelah mati baru dikubur di situ.

Menurutnya bila dilihat dari segi bangunannya lebih mendekati jaman kolonial Belanda dengan batu bata tebal. Namun semua cerita tersebut juga bisa dikaitkan dengan pertarungan Kyai Pekih dengan garong sakti tersebut dan dimakamkan di lokasi itu. Pada saat ada pemindahan Pendopo Kabupaten dari Banyumas ke Purwokerto, makam tersebut kemudian dibuat permanen.

Meskipun demikian, sejarah makam tersebut memang perlu digali lebih dalam karena banyak versi yang berkembang dan makam tersebut sudah masuk dalam situs cagar budaya yang perlu dijaga karena dilindungi oleh undang-undang termasuk pemeliharaannya.

Son Eswandy Melaporkan dari Purwokerto Propinsi  Jawa tengah.
Tunggu liputan  kami selanjutnya mengenai Awal berdiri nya Bank BRI pd abad ke 18 yg bermula  dari kota Purwokerto .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar