Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 14 November 2017

SIMPOSIUM NAPAK TILAS SEJARAH DAN BUDAYA KAUR BERLANGSUBG DI GD MUSEUM NASIONAL JAKARTA TG 13 NOVEMBER 2017.





Simposiun  napak Tilas yg membahas bahasa  , Sejarah dan Budaya Kaur berlangsung Hari senen  tgl  13 November 2017  di Auditorium  Gedung B  Museum Nasional  Indonesia  atau dikenal  dengan  sebutan Museum Gajah yang terletak  di jalan Merdeka barat No 12 Gambir Jakarta pusat.

Simposium tersebut di buka secara resmi oleh  ketua Badan Musyawarah Masyarakat  Propinsi Bengkulu - BMMPB-  di Jakarta Drs Chairil Anwar
mewakili Gubernur Bengkulu
ditandai dg pemukulan gendang dol yng didampingi oleh rektor Universitas  Sahit Jakarta prof Dr Ir kohar Sulistiadi MSIE dan Dirjen Kebudayaan Kementerisn pendikdiksn dan kebudayaan RI yg diwakili oleh  DR.Agus Widiyatmoko MM yg disaksikan oleh peserta Simposium dari PWK Jabodetabek , PWK Palembang dan utusan dari  Kabupaten Kaur  lainnya.

Simposium napak tilas  yg membahas bahasa  , Sejarah dan Budaya Kaur yersebut menampilkan 2 Session topic bahasan dari 3 Sesion yg direncanakan antra lain pada Session pertama dibahas  topik Dialektika Bahasa Kaur dan keunikan nya dg nara sumber Chairitha Rahmasani Ssi konsultan , DR.Dra Manik Sunuantari Msi dekan Fak I.komunikasi Univ Sahit Jakarta serta Prof Hudan Hidayat Gozali sebagai Sastrawsn dengan  Moderator Baharuddin AS SH,MH mantan Ketua PWK Jakarta .

Selesai Istirahat siang  dilanjutkan dg Session ke 2 dg membahas topik Sejarah dan Budaya Kaur dg 3 Org nara sumber dra Zusnedy Zuber S.sos peneliti  Balai pelestari bufaya Nadional  Sumatra Barat , Dra Elly Yusniarti Ms dari Kasubdit Ketahansn Seni dan budaya Kemendagri RI ( beliau ni anak Main Saleh Kaur ) serta  Almin S.Sos dari Peneliti Lembaga Sriwijaya Ufuk Timur .

Dari  Pengamatan Tim Liputan PWK Palembang yg sekali gus juga sebagai peserta dlm simposium ini dari Session I topik bahasan  dialektika bahasa  Kaur dan ke Unikan nya  Nara Sumber  materi bahasan  sangat melebar dan  bersipat  sangat umum tidak menyentuh apa yg di bahas  ybs menceritakan dialek bhs kaur dan keunikan hanya dikarena oleh faktor jarak ,sungai dan wilayah yg ada di kabupaten  Kaur.

Apalagi penyajian yg dilakukan dg dilakukan oleh Nara sumber hanya dg Methode ceramah dg layar in fokus dan tanpa adanya Copy tulisan yg dapat di berikan kepasa peserta , peserta hanya mendengar saja dan pertanyan dari peserta pun tidak  mendapat jawaban  yg memuaskan.

di Session kedua pun demikian pula nara sumber Dra Elly Yusniarti Ms dari Kasubdit Ketahansn Seni dan budaya Kemendagri RI ( beliau ni anak Main Saleh Kaur penyampaisn makalah diacung kan jempol dg Retorica yg menggebu2 seprti tokoh parpol lagi kampanye tapi isi nya tidak ada hubungan dan menyentuh dg Makalah yg disampaikan  beliau yaitu Menelusuri Jejak  Kerajasn Sriwijaya di Kabupaten Kaur tepuk tangan  peserta pun semakin bergemuruh laksana kedatangan raja di tanah kaur pada masa kerajaan sriwijaya, itupun ntah ade tah de.

Demikian pula nara sumber berikutnya  DR Zusneli Zubir S.Sos penulis buku Sejarah Puyang Semberani Kaur/ Pangeran Cungkai dari kerajaan Kaur dlm prolog penyampaian  maksalah  Sejarah Puyang Semberani kaur dan pangeran cungkai tidak menjelaskan kocus  secara terperinci bukti dan keberadaan kerajaaan yg ada di Kaur.

Tim liputan PWK Palembang tetap mengacungkan jempol dg diselenggarakan  Simposium ini karena ada perhatian dan kepedulian dg Kaur  sebagai tanah ke lahiran  warga kaur yg ada diperantauan.

Dan alhamdulillah sebagai rekomendasi dari Hasil Simposium ini disepakati  usulan  Ubtuk Kabupaten Kaur  untuk  menjadi tuan rumah  temu  muka  pewaris dan pemegang tahta kerajaan di seluruh Indonesia untk berkumpul  di Bintuhan  dan  kerajaaan Kaur   menjadi tuan rumah .

Perhatian pemerintah Kabupaten pun dirasakan sangat minim..... Bayang kan Bupati kaur yg di undang berhalangan di delegasikan  Ke Wakil bupati pun berhalangan hadir. ....,Akhirnya didelegasikan dengan  Ka Dinas Pendidikan  Kab Kaur itu pun masih berhalangan  Akhir nya  di  delegasikan dg staf   diknas Kabupaten yg bernama Sutapa...Beravo buat Pak Sutapa yg hadir  Simposium ini yg mewakiki Bupati Kaur.

Waw..... .hebat nya lagi Gubernur Bkl pun hadir  tapi  diwakiki oleh Staf ahlinya bid Ke masyarakatan Drs Rusdi Bakar Mpd.... kedatangan nya pukul 12.00 wib... belum terlambat pas mau makan suang . Tim liputan PWK Palembang Akhir santap siang bersama dg  sang Staff Ahli.

BRAVO  BUAT  PWK  JAKARTA / Semoga


Tim liputan PWK Plg 
Memberitakan dari  Gedung Museum Nasional  Indonesia  Jakarta . /Sn

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India