Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 14 November 2017

Ratusan Hektare Sawah Rusak, Puluhan Ternak Hilang

Sawah di Kecamatan Luas Kabupaten Kaur yang terendam banjir karena diguyur hujan, Jum’at (10/11).
Sawah di Kecamatan Luas Kabupaten Kaur yang terendam banjir karena diguyur hujan, Jum’at (10/11).
KAUR DILANDA BENCANA
LUAS, Bengkulu Ekspress  – Hujan yang melanda wilayah Kabupaten Kaur dan sekitarnya pada Kamis (9/11) sore hingga malam, berbuah bencana bagi warga desa yang berada di Kecamatan Luas dan Muara Sahung Kabupaten Kaur. Sebab, banjir dari luapan sungai Luas itu mengakibatkan ratusan hektar sawah di 12 Desa di dua Kecamatan ini rusak akibat terendam air. Selain itu juga banjir bandang itu menyebabkan banyaknya unggas dan ternak peliharaan warga hilang terbawa arus air. Akibatnya para petani dan warga pun merugi hingga ratusan juta rupiah, karena sawah tersebut baru saja ditanami bibit padi.
“Sawah kami terendam banjir ini karena sungai Luas meluap akibat hujan deras semalam, makanya padi kami ini sudah terendam air. Kami merugi juta karena bajir ini,” ujar Salim (53), pemilik sawah di desa Bangun Jiwa Kecamatan Luas kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (10/11).
Dari hasil pantauan Bengkulu Ekspress, kemarin (10/11) 400 hektar sawah sawah yang terendam bajir yang berada di 11 Desa Kecamatan Luas yakni Desa Pulau Panggung, Kepayang, Bangun Jiwa, Cahaya Negeri, Tanjung Beringin , Ganda Suli, Padang Jati, Umbul, Durian, Tuguk dan Benua Ratu. Sedangkan di Kecamatan Muara Sahung itu yakni desa Muara Sahung Kecamatan Muara Sahung, itu karena sungai Luas meluap akibat hujan deras kemarin malam, dikarenakan sungai Nasal yang berada di tepi sawah Kecamatan Luas dan Muara Sahung itu meluap akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kaur sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB. Namun untuk puncaknya sawah mulai tergenang air sekitar pukul 21.00 WIB malam. Dalam satu jam lebih sungia langsung itu meluap dan menutupi padi yang baru ditanami seluas ratusan hektar tersebut. Akibatnya sawah yang baru ditanami masyarakat padi berumur sekitar satu bulan itu rusak terseret banjit dan membuat petani sawah merugi. Juga puluhan ternak kerbau yang berada di sekitar sawah itu juga hilang karena terseret banjir bandang itu.
“Ya, masyarakat khususnya petani di Desa Tuguk Luas ini jelas merugi, karena sawah yang baru mereka tanami itu tidak bisa dilajutkan lagi. Ini karena terendam air karena hujan tadi malam (kemarin),” kata Basar, Kades Tuguk, kemarin (10/11).
Ditambahkan Kades, pihaknya berharap adanya partisipasi untuk menyikapi khususnya petani sawah yang terendam banjir. Mengingat padi baru berumur satu bulan itu sudah tidak bisa dikelola. Sedangkan untuk menunggu normal tentunya harus dimulai dari awal, mulai dari pembibitan dan pemupukan.
“Kepemilikan sawah yang terendam bajir itu sudah kita data, yang kita data ini untuk sawah yang memang rusak parah, nanti hasilnya akan kita laporkan ke dinas terkait. Juga dengan adanya musima ini kita berharap adanya bantuan pemerintah untuk membantu petani ini,” harapnya.
Sementara Camat Luas Indra, Jaya SPd yang medengar musibah banjir yang merendam ratusan hektar sawah di desa Kecamatan Luas itu langsung turun ke lokasi banjir. Camat meminta, kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait agar mengatasi masalah banjir yang selalu melanda petani ini. Karena posisi sawah dengan bibir sungai tinggal kurang lebih empat meteran. Karenanya mereka berharap pemerintah segera melakukan penanggulangan sementara dengan memasang bronjong agar aliran air tidak langsung menghantam sawah mereka.
“Penanggulangan sementara mungkin bisa dengan bronjong, karena kalau tidak segera diatasi ini bisa kembali banjir dan merugikan petani. Juga kami minta kepada dinas terkait agar irigasi di sekitar sawah pinggir Sungai Luas itu dinormalisasi kembali agar tidak banjir,” harap Camat.
Dilain sisi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Nasrul Rahman S Hut mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi adanya sawah terendam. Namun pihaknya akan turun kelapangan untuk memastikan berapa luas sawah yang terendam banjir itu.
“Masalah ini nanti akan kita sikapi dan untuk bantuan semuanya masih dalam evaluasi, dan masyarakat untuk tetap bersabar,” jelasnya
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India