Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Senin, 07 Agustus 2017

DD Tiga Desa Masuk Penyidikan


JEMBATAN : Ini lah kondisi jembatan SP 3 Muara Sahung yang tanpa dinding pembatas jembatan yang butuh perhatian.
KOTA BINTUHAN – Pengusutan kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa (DD) di Kabupaten Kaur oleh pihak Kejari Kaur terus bergulir. Bahkan hingga saat ini sudah ada tiga desa yang sudah masuk tahap penyidikan di bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kaur. Dua masih dalam tahap penyelidikan di Intel Kejari Kaur. Diduga masih ada beberapa desa lagi yang saat ini masih akan terus diperiksa oleh penyidik Kejari Kaur.
Dari tiga desa yang sudah masuk ke bidang Pidsus salah satunya adalah penggunaan dana desa (DD) di Desa Cucupan Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur. Bahkan saat ini sudah ada tiga saksi yang dimintai keterangan penyidik, terkait penggunaan DD tahun 2016. Namun sampai saat ini belum ada satu kades pun yang diterapkan tersangka oleh pihak Kejari Kaur.
“Untuk saat ini kita masih melakukan pemeriksaan saksi untuk kasus DD Desa Cucupan dan belum menetapkan tersangka. Untuk penetapan tersangka kita tuntaskan pemeriksaan saksi-saksi yang saat ini sedang dalam proses. Karena jumlah kerugian negara dalam kasus DD Cucupan diperkirakan lebih dari Rp 100 juta,” kata Kajari Kaur, Douglas P Nainggolan, SH, MH melalui Kasi Intel Kejari Kaur Pofrizal, SH kepada RB kemarin.
Selain Desa Cucupan, dua desa lagi yang sudah masuk ke penyelidikan Pidsus adalah kasus DD Desa Talang Jawi dan kasus DD Desa Gramat Kecamatan Kinal. Dari tiga desa ini belum ada satu pun kades yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan dana desa tahun 2016.
Tidak hanya itu, beberapa desa lagi juga saat ini sedang dalam penyidikan pihak Intel Kejari Kaur. Dua desa tersebut adalah Desa Aur Ringit Kecamatan Tanjung Kemuning dan Desa Kedataran Kecamatan Maje. Belum diketahui secara pasti apakah kedua desa ini juga akan dilanjutkan ke Pidsus atau tidak. Karena pihak Intel Kejari Kaur sendiri belum mau membocorkan hasil penyelidikan di dua desa tersebut.
“Karena laporannya banyak, jadi satu persatu desa ini akan kita mintai keterangan dan kita selidiki adanya dugaan penyimpangan kasus DDnya. Sementara jumlah personil kita terbatas, sehingga prosesnya pun tidak bisa secepat yang diharapkan,” pungkas Pofrizal kemarin. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India