Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 16 Mei 2017

Tunggakan Bantuan Koperasi Bergulir ke Penegak Hukum


KOTA BINTUHAN – Sudah 11 tahun sejak dikucurkan dana bergulir untuk berbagai koperasi, masih menyisakan tunggakan hingga Rp 1,9 miliar. Akibat tunggakan ini Kementerian Koperasi dan UKM tidak memberi bantuan untuk koperasi di Kaur. Dana itu tersebar di 102 kelompok usaha yang terdiri dari 18 kelompok industri kecil, 69 kelompok UKM  dan 16 kelompok koperasi. Dengan besaran tunggakan satu kelompok mencapai Rp 5 – 245 juta.
Kabid Koperasi Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Septa Miarip, SE mengatakan telah melayangkan surat panggilan kedua pada pemilik koperasi, UKM dan pelaku industri yang menggunakan dana bergulir tersebut. Mereka diminta datang dan menyanggupi pembayaran dana bergulir dengan membuat surat pernyataan.
“Kita akan surati hingga tiga kali, jika tidak mau datang akan diserahkan ke penegak hukum untuk diproses. Dana ini tidak bisa dihapus dan wajib dikembalikan. Kita juga terus diminta mempertanggungjawabkan dana itu oleh Kementerian Koperasi. Kita tidak lagi akan dapat bantuan jika dana bergulir tidak segera lunas,” tegas Septa.
Septa menambahkan dari 103 kelompok UKM, koperasi dan pelaku industri yang menggunakan dana bergulir tahun 2006, 2007 dan 2008 lalu hanya tiga koperasi yang sudah melunasi tunggakan. Sementara 29 kelompok lain belum mengangsur. Padahal sudah lebih 10 tahun dana bergulir ini dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha koperasi maupun UKM.
“Kita beri kesempatan satu kali lagi, jika tidak bisa dibina lagi terpaksa bekerjsama dengan penegak hukum. Semua data koperasi dan UKM yang menunggak dan tidak mau bayar akan kita sampaikan, biar mereka yang menagih. Jika tidak mungkin pidana, apalagi kasus ini sudah sangat lama belum juga tuntas,” pungkas Septa.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India