Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Jumat, 05 Mei 2017

Syamlan Ingatkan Pejabat Jaga Kehormatan


CERAMAH: Ustad H.M Syamlan, Lc saat mengisi kegiatan Isra Mi’raj di Masjid Al Kahfi, kemarin (28/4).
KOTA BINTUHAN – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriyah, Pemkab Kaur kemarin (28/4) dilaksanakan di Masjid Al Kahfi Kota Bintuhan. Kegiatan Isra Mi’raj yang diikuti oleh para PNS di lingkungan Pemkab Kaur juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kaur, Hj. Yulis Suti Sutri dan Sekda Kaur, Nandar Munadi, S.Sos, M.Si.
Dalam kesempatan itu di hadapan para jemaah yang hadir, Ustad H.M Syamlan, Lc yang juga mantan Wakil Gubernur Bengkulu mengajak para pejabat dan warga Kaur yang hadir untuk selalu menjaga kehormatan. Dengan menjaga kehormatan maka saat tidak lagi menjabat pun manusia tersebut akan tetap terhormat.
“Kita saat ini banyak contoh, kalau lagi menjabat lupa dan baru terasa ketika tidak lagi menjabat. Kalau lagi dimutasi rajin datang ke masjid, setelah dapat jabatan lagi jarang ke masjid. Untuk itu mari kita terus dapat menjaga kehormatan kita. Salah satunya menjaga istri kita, karena wanita yang terhormat pada zaman jahiliyah saja sangat disegani,” kata Syamlan.
Menurut Syamlan, hal ini juga dirasakan oleh Nabi Muhammad saat istrinya Khadijah meninggal. Pada saat Khadijah hidup walau saat itu zaman jahiliyah, fisik nabi tidak pernah disentuh oleh siapa pun termasuk Abujahal. Karena saat itu Khadijah adalah seorang wanita yang terhormat dan dikenal baik serta tidak pernah menyakiti orang.  Namun sepeninggal Khadijah, Nabi Muhammad pun mulai mendapatkan tekanan hebat dalam menyebarkan agama Islam.
“Sepeninggal Khadijah, nabi kita mulai dilempari batu, bahkan para sahabat saat itu tidak bisa berbuat banyak. Bahkan nabi saat itu mengalami keadaan duka yang mendalam. Sehingga akhirnya terjadilah peristiwa Isra Mi’raj atau perjalanan satu malam nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang membawa perintah salat lima waktu,” jelas Syamlan.
Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Sekda Kaur, Nandar Munadi mengingatkan PNS Kaur untuk senantiasa menjaga iman dan melaksanakan semua perintah Allah. Bahkan Sekda berharap para PNS juga ikut mendukung program-program keagamaan yang ada di Kaur. Mulai dari safari Jumat, Magrib dan juga salat Subuh berjamaah setiap pagi Jumat.
“Jika kita bekerja dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntutan agama serta undang-undang yang berlaku, mudah-mudahan apa yang kita dapat bisa kita nikmati. Kita juga akan bekerja profesional dan penuh rasa aman serta amanah,” tutur Nandar. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India