Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 16 Mei 2017

Listrik Mati, Paripurna Diskor Sejam


PARIPURNA: Beberapa fraksi saat menyampaikan pandangannya kemarin.
KOTA BINTUHAN – Paripurna pandangan umum fraksi di DPRD Kaur kemarin pagi (15/5) sempat di skor satu jam. Karena paripurna yang dihadiri oleh Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos dinilai anggota dewan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena banyaknya permintaan anggota dewan, maka Ketua DPRD Kaur Jailani, S.IP kemarin men skor kegiatan paripurna selama 1 jam.
Paripurna yang diagendakan pandangan umum fraksi terhadap 11 usulan
Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Takut cacat hukum karena belum dilaksanakannya paripurna nota pengantar dari bupati Kaur. Anggota dewan pun meminta agar paripurna tersebut dilakukan secara tahapan.
“Ketua saya minta paripurna ini kita sesuaikan dengan tahapan, sebelum pandangan fraksi ada nota pengantar bupati. Dan ini bukan kesalahan pihak eksekutif namun kesalahan lembaga ini, untuk itu agar hal ini bisa menjadi perhatian,” terang anggota Fraksi PAN Najamudin, SE.
Beberapa dewan juga menyarankan hal yang sama, sehingga suasa cukup panas ditambah lagi kondisi listrik pada saat paripurna juga mati. Sehingga banyak dewan dan peserta paripurna kemarin juga ikut kepanasan. Mendapatkan masukan paripurna di skor 1 jam dan kembali dilanjutkan dengan agenda pembacaan nota pengantar oleh bupati kemudian dilanjutkan oleh pandangan fraksi.
Dari tujuh fraksi yang ada di DPRD Kaur, melalui juru bicaranya kemarin semuanya sepakat agar 11 prompemperda yang disusulkan oleh Pemkab Kaur untuk ditindak lanjuti pada tingkat pembahasan. Kendati beberapa fraksi kemarin sangat menyayangkan Pemkab Kaur tidak memasukan perubahan Perda RTRW dalam Prompemperda tahun ini.
“Kita sangat menyayangkan sebenarnya perubahan Perda RTRW tidak masuk dalam pembahasan. Pada hal banyak kegiatan yang akan dilakukan mengacu pada RTRW yang ada. Dan ini harus menjadi perhatian dari dinas terkait,” terang Didi Aprianto dari fraksi PKB kemarin.
Terpisah Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos mengaku akan menindak lanjuti semua yang disampaikan oleh fraksi-fraksi di DPRD Kaur dalam sidang paripurna. Salah satunya terkait dengan kegiatan tambak udang dan juga terkait dengan Perda RTRW.
“Soal tambak sesuai dengan yang disampaikan dewan akan kita tindak lanjuti dengan dinas terkait. Dan akan kita pastikan dulu apa yang menjadi kendala kita di lapangan,” tegas  Bupati Kaur Gusril Fauzi kemarin.
11 propemperda bakal dibahas dewan dalam paripurna pandangan fraksi di DPRD Kaur pada Senin yang akan datang terdiri dari. Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2016. Raperda APBD perubahan tahun 2017, raperda APBD tahun anggaran 2018, raperda perubahan perda no 18 tahun 2013 tentang retribusi pengendalian menara telekomunikasi.
Raperda pencabutan perda nomor 15 tahun 2013 tentang penggantian biaya cetak KTP dan AKTA catatan sipil. Raperda rencana induk pembangunan industri Kabupaten Kaur 2017-2037. Raperda penyertaan modal pemerintah Kabupaten Kaur pada PT Bank Bengkulu, raperda pembentukan badan usaha milik daerah PT Trans Linau. Raperda izin lingkungan, raperda retribusi  izin usaha perikanan, raperda hasil usaha perikanan. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India