Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Rabu, 19 April 2017

Tidak Berfungsi, Pabrik Es Disorot Bupati


PANTAU: Bupati Kaur, Gusril Fauzi, S.Sos saat memantau pabrik es yang tidak berfungsi lagi di Kaur, kemarin (18/4).
KOTA BINTUHAN – Tidak berfungsinya pabrik batu es yang ada di Pantai Sambat, Kecamatan Kaur Selatan yang juga milik Dinas Perikanan Kabupaten Kaur, saat ini menjadi perhatian Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos. Bahkan kemarin (18/4) siang bupati langsung mengecek kondisi pabrik batu es tersebut usai  menyerahkan bantuan kepada nelayan.
Bupati Kaur sangat menyayangkan dua unit pabrik es milik Dinas Perikanan tidak berfungsi secara maksimal. Padahal kebutuhan batu es untuk Kabupaten Kaur masih cukup banyak, apalagi untuk udang dan juga nelayan. Bupati akan terus mendorong pihak PLN untuk secepatnya membangun jaringan sutet dari Bengkulu Selatan ke Kaur.
“Karena kurangnya daya listrik pabrik es yang kita miliki saat ini tampak terbengkalai. Untuk itu kita akan mempercepat agar Kaur memiliki Gardu Induk (GI) PLN sendiri. Karena kalau terus dibiarkan maka semua aset yang ada akan sia-sia saja, sementara kita ambil batu es dari Lampung dan Jakarta,” kata Gusril.
Bupati juga berharap kepada dinas terkait untuk menjaga aset yang ada, agar tidak rusak dan hilang selama belum bisa beroperasi secara maksimal. Bupati pun berharap ke depan kebutuhan es untuk wilayah Kaur harus tercukupi oleh dua pabrik es milik Dinas Perikanan Kabupaten Kaur.
“Kedua pabrik es sudah berapa kali kita perbaiki dan berfungsinya tidak lama karena daya listriknya yang kurang. Kemudian lagi seringnya mati lampu juga sangat berpengaruh untuk produksi es,” kata Kepala Dinas Perikanan Kaur, Edwar Heppy, S.Sos.
Sebelumnya bupati secara simbolis kemarin (18/4) menyerahkan bantuan sebanyak 13 paket pancing tuna kepada tujuh kelompok nelayan dan satu koperasi nelayan di Kaur. Bantuan tersebut dari Pemda Provinsi Bengkulu khusus untuk para nelayan yang sering menangkap tuna yaitu nelayan Linau dan Pasar Lama.
Satu paket pancing tuna panjangnya mencapai 400 meter, dengan seratus mata pancing. Melalui alat pancing baru ini bupati berharap nelayan akan lebih banyak menangkap tuna. Apalagi perairan Kaur masih sangat banyak ikat tuna. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India