Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 11 April 2017

Tak Ada Tambak Masuk TWA


Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu diam-diam telah melakukan pengukuran ulang Taman Wisata Alam (TWA) Wayhawang yang berada di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur.
KOTA BINTUHAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu diam-diam telah melakukan pengukuran ulang Taman Wisata Alam (TWA) Wayhawang yang berada di Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur. Pengukuran ulang ini dilakukan terkait banyaknya laporan masyarakat yang menyatakan kalau lokasi tambak milik PT. Dua Putra Perkasa masuk TWA. Tidak hanya pengukuran ulang pihak BKSDA yang disaksikan pihak Polsek Maje, Camat Maje, Ahmad Marzuki juga melakukan pemasangan patok batas TWA.
Saat dikonfirmasi Kepala BKSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar melalui Kasi Konservasi Wilayah Dua, Darwis Saragih membenarkan, pihaknya telah mengukur ulang TWA Wayhawang. Dari hasil pengukuran ulang tidak ada satu kolam pun tambak udang yang beroperasi, masuk dalam kawasan TWA Wayhawang.
“Kita ukur ulang TWA Wayhawang luasnya sama seperti yang sudah ditetapkan seluas 64 hektare. Dari hasil pengukuran yang sudah kita lakukan, tidak ada tambak yang masuk. Jadi ini harus kita luruskan, kepada masyarakat yang beranggapan kalau tambak masuk TWA,” kata Darwis, kemarin (7/4).
Pengukuran ulang dilakukan sesuai dengan titik koordinat dan batas TWA yang sebelumnya. Pengukuran ulang dan pemasangan patok batas TWA dan wilayah lainnya bertujuan agar masyarakat maupun perusahaan yang ingin membangun tambak di Maje tahu batasan TWA. Sehingga nantinya tidak melanggar aturan. TWA tidak diizinkan untuk dibangun tambak udang.
“TWA ini sudah ditetapkan jadi tidak mungkin ada pengalihan status, menjadi kawasan lainnya. Sampai saat ini tidak ada pengajuan tentang itu semua,” ujar Darwis.
Camat Maje, Ahmad Marzuki berharap, agar ke depannya TWA Wayhawang dapat dialihfungsikan menjadi kawasan wisata saja. Apalagi hewan yang berada di TWA tersebut sudah tidak ada lagi. “Kita inginkan ke depan TWA ini kita alih fungsi saja. Ini akan saya bicarakan dengan dinas terkait. Apalagi di lokasi TWA terdapat potensi wisata yang menjanjikan ke depannya,” ungkap Ahmad. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India