Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 11 April 2017

Ekosistem Karang Sekitar Tanker Rusak


CEK KARANG: Tim dari Dinas Perikanan dan Polres Kaur saat mengecek kondisi karang.
KOTA BINTUHAN – Tim Dinas Kelautan Kaur, Danil Akbar menjelaskan daerah yang dilewati excavator pengangkut potongan bangkai Kapal Tanker Gulines II merupakan daerah intertidal (zona pasang surut). Daerah ini didominasi ekosistem Padang Lamun, terumbu karang mati, dan Makro Alga. Meski tak ada terumbu karang yang mati, Danil mengatakan eskosistem Padang lamun, makro alga dan tempat ikan kecil sekitar kapal rusak.
Diakui Danil ada terumbu karang hidup, namun jumlahnya sedikit dan tidak bisa hidup dalam waktu lama. Terumbu karang tersebut akan hidup saat air laut pasang. “Daerah yang dilintasi alat berat karangnya mati. Daerah yang banyak ditumbuhi terumbu karang sekitar 30 meter dari bangkai kapal tanker ke arah Samudera Hindia ,” jelas Danil usai pengecekan.
Danil minta ada rehabilitasi ekosistem laut yang rusak akibat dilewati excavator pengangkut potongan besi kapal tanker tersebut. Pascadihentikan Danposal, excavator tak lagi turun ke lokasi karang. Pemotongan kapal sudah mulai dilakukan di bibir pantai.
Terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan saat pemotongan bangkai kapal Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Djohan Andika, S.IK yang turun ke lokasi sudah mendata. Dalam waktu Polres Kaur akan memanggil penanggung jawab kegiatan pemotongan dan pengangkutan kapal tersebut.  Djohan kemarin turun bersama Danposal TNI AL Iptu  Adi Perwanto.
“Kita akan panggil pihak yang bertanggungjawab. Kita akan cek izin dan kelengkapannya, jangan sampai kegiatan ini tidak ada izin dan melanggar aturan,” beber Djohan.
Polres Kaur juga akan minta hasil laporan dari Dinas Perikanan Kaur yang telah mengecek lokasi karang yang dilintasi alat berat. Dia juga akan konsultasi dengan dinas terkait soal kegiatan pemotongan kapal yang diduga sudah merusak karang tersebut.
Rahli dari PT Daya Radar Haura mengatakan hanya melakukan kegiatan pemotongan. Terkait izin perusahaan mengurusnya ke desa. “Kita tinggal menunggu perintah Pak. Kalau berhenti, kita hentikan. Karena semua urusan izin perusahaan yang urus, di sini kita hanya memotong saja,” demikian Rahli.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India