Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 11 April 2017

Dana BOS Belum Cair, Pihak Sekolah Dikejar-Kejar Utang


MKKS : Para kepala sekolah SMA yang tergabung dalam MKKS saat mengeluhkan dana BOS.
KOTA BINTUHAN – Hingga saat ini sekolah tingkat SMA dan SMK negeri di Kabupaten Kaur mulai dikejar-kejar utang. Pasalnya dana operasional sekolah (BOS) yang selama ini dijanjikan belum juga ada tanda-tanda cair. Sementara utang keperluan sekolah di toko-toko alat tulis dan poto copy terus membengkak. Sehingga ada pihak ketiga yang tidak lagi berani memberikan pinjaman kepada sekolah saat ini.
Sejumlah kepala sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Kaur saat ini mulai bingung mencari solusi agar kegiatan sekolah tetap berjalan hingga menunggu cairnya dana BOS. Tidak hanya sebagian sekolah juga menggunakan duit para gurunya untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan agar semua kegiatan sekolah bisa terus berjalan kendati dana BOS triwulan pertama hingga saat ini belum cair.
“Kita semua guru SMA dan SMK negeri saat ini bingung karena dana BOS belum juga cair. Sementara BOS untuk SMA dan SMK swasta sudah cair, termasuk BOS tingkat SD dan SMP. Saat ini kita hanya bisa menunggu informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu kapan BOS dibayarkan,” ungkap Kepala SMAN 1 Kaur M Jalil kepada RB.
Terpisah, Kepala SMAN 10 Pentagon, Yeye Hendri juga mengeluhkan hal yang sama. Menurut Yeye, pihaknya sudah malu dengan pihak ketiga yang selama ini memberikan bon kertas dan keperluan sekolah. Karena pihaknya memang belum bisa membayar, pada hal semua pembelian alat tulis tergantung dengan dana BOS.
“Kita juga bingung ini bagai mana, sementara kita terus butuh kertas untuk kegiatan siswa di Pentagon. Bahkan saat ini kertas bekas yang masih kita manfaatkan kita pakai saat ini,” ungkap Yeye Hendri.
Kendati demikian pihak sekolah juga memaklumi keterlambatan ini. Karena ini pencairan BOS pertama sejak sekolah tingkat SMA dan SMK diambil alih Provinsi Bengkulu. Kendati pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kaur mengakui kalau semua syarat untuk pencairan dana BOS telah disampaikan ke Pemprov Bengkulu.
Untuk diketahui saat ini jumlah siswa SMA dan SMK se Kaur kurang Lebih 4.000 siswa lebih. Satu tahun per siswa mendapat Rp 1,4 juta per orang. Sementara BOS dicairkan ber triwulan dalam satu tahunnya. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India