Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 25 April 2017

Ambruk, Rumah Papan Nyaris Makan Korban


RUMAH AMBRUK: Beginilah kondisi rumah warga Merpas yang ambruk, tampak warga gotong royong membongkar rumah tersebut.
KOTA BINTUHAN – Warga Desa Merpas, Kecamatan Nasal Minggu siang (23/4) sekitar pukul 11.00 WIB mendadak heboh. Salah satu rumah warganya ambruk akibat lapuk dimakan usai. Kejadian tersebut nyaris mencederai salah seorang pemilik rumah yang sedang terbaring sakit dalam rumah papan ukuran 4 x 6 tersebut.
Saat itu tulang bubungan rumah berdinding papan dan beratapkan genteng milik Muspah (65) patah. Akibatnya atap runtuh, beruntung Muspah ada di rumah sehingga cepat membawa keluar istrinya yang sedang sakit.
Warga yang tahu kejadian itu langsung membantu Muspah menahan atap rumah dengan tiang seadanya. Sehingga barang-barang korban bisa diselamatkan ke luar rumah. Farida (45) istri Muspah yang sedang sakit terpaksa dititip ke rumah tetangganya akibat kejadian tersebut.
“Ya ada salah satu rumah warga kita yang atapnya runtuh. Karena rumah itu sudah lapuk dan sudah beberapa kali kita ajukan untuk dapat bedah rumah, namun selalu gagal,” kata Kades Merpas, Darul Quhutni.
Menurut kades, rumah yang sudah parah  kayu bubungannya tersebut tidak bisa lagi diperbaiki oleh warga. Agar tidak berbahaya, pemilik rumah dan warga membongkar rumah tersebut. Sementara keluarga Muspah harus tinggal sementara di rumah tetangganya.
Muspah adalah pekerja kasar serabutan. Untuk menghidupi anak dan istrinya dia kadang ikut nelayan, kuli dan sebagainya. Muspah butuh perhatian pemerintah agar bisa kembali menegakkan gubuknya yang telah hancur.
“Kita sangat  berharap ada perhatian dari pemerintah, untuk membantu korban memperbaiki rumahnya yang hancur. Bisa melalui sumbangan sukarela atau bedah rumah,” imbuh Darul.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India