Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Jumat, 21 April 2017

Alih Fungsi, Luas Sawah Berkurang 934 Hektare


DATA: Dispertan dan PPL membahas pendataan sawah di wilayah Kaur.
KOTA BINTUHAN – Luas sawah di Kabupaten Kaur berkurang mencapai 934 hektare. Data dari Dinas Pertanian Kaur, lahan persawahan di Kecamatan Luas, Tetap, Kaur Tengah, Nasal dan Semidang Gumay berkurang akibat alih fungsi.
Data Dinas Pertanian Kaur tahun 2016, luas persawahan di lima kecamatan mencapai 2.618 hektare. Baik itu sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. Namun setelah dilakukan pendataan ulang, saat ini jumlah sawah di lima kecamatan tersebut hanya 1.684  hektare.
Berdasarkan data yang dihimpun RB, untuk Kecamatan Kaur Tengah jumlah hamparan sawah sebelumnya 375 hektare saat ini hanya 214 hektare, Kecamatan Tetap sebelumnya 421 hektare tinggal 275 hektare, Kecamatan Luas dari 677 hektare menjadi 424 hektare, hamparan sawah di Nasal sebelumnya 670 hektare menjadi 349 hektare dan sawah Kecamatan Semidang Gumay jumlah lahan 475 hektare saat ini tinggal 422 hektare.
“Pendataan yang saat ini sedang kita lakukan untuk memperbaiki jumlah data persawahan yang ada di Kaur. Kalau data kita 2016 itu jumlah lahan sawah mencapai 8.099 hektare. Namun setelah kita cek ulang tidak sampai seluas itu. Untuk kita saat ini melakukan pendataan per kecamatan, dari 15 kecamatan baru lima kecamatan saja lahan sawah sudah jauh merosot akibat alih fungsi lahan,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kaur, Nasrul Rahman, S.Hut, kemarin.
Berkurangnya lahan persawahan di Kaur ini sebagian besar akibat adanya kegiatan perkebunan. Sedangkan di Nasal, lahan sawah menjadi pertambangan pasir besi. Banyak warga yang menjual pasir besi di arael persawahan. Selain itu akibat pengembangan tambak udang dan pemukiman penduduk baru yang menggunakan lahan persawahan.
“Dengan pendataan ulang ini kita harapkan pendataan kelompok tani juga dapat kita atur sesuai dengan hamparan sawahnya. Jangan sampai nantinya desa tanpa hamparan sawah mendapat bantuan alsintan. Kita juga ingin melakukan pendataan kelompok baru. Saat ini banyak oknum mengatasnamakan kelompok tani namun tidak mempunyai lahan. Dengan pendataan ini kita harapkan bantuan yang disampaikan ke depan akan lebih tepat sasaran,” beber Nasrul.(cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India