Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Sabtu, 15 April 2017

38 Depot Air Minum Tak Laik Sehat


KOTA BINTUHAN – Masyarakat Kabupaten Kaur yang selama ini mengonsumsi air minum isi ulang di depot perlu waspada dan berhati-hati.  Pasalnya dari pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kaur, dari 40 Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) yang ada di Kabupaten Kaur hanya 2 depot yang miliki sertifikat laik sehat.
Dua  depot air minum yang sudah kantongi izin laik sehat tersebut berada di Desa Padang Petron Kecamatan Kaur Selatan dan Desa Linau Kecamatan Maje. Sementara 38 DAMIU lainnya belum kantongi sertifikat laik sehat. Mereka terdiri dari 10 DAMIU sudah mendapatkan  laik sehat namun sudah habis masa berlakunya sedangkan 28 DAMIU sama sekali belum mengurus  laik sehat.
Kasi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur, Aidi Fitriawan membenarkan, banyak DAMIU yang belum kantongi laik sehat. Untuk itu masyarakat Kabupaten Kaur perlu waspada jika ingin membeli air minum di depot isi ulang. Bila perlu sebelum mengisi ulang air minum masyarakat harus menanyakan sertifikat laik sehat depot tersebut.
Dampak dari mengonsumsi air minum isi ulang di DAMIU yang tidak ada laik sehat sangat fatal, karena bukan tidak mungkin air minum tersebut mengandung bakteri berbahaya ecoli.  Bakteri ini sangat mengganggu kesehatan, seperti gangguan sistem pencernaan, gangguan pada ginjal, gangguan jantung atau stroke dan gangguan kesehatan lainnya. Sedangkan dampak jangka pendek yang akan ditimbulkan oleh bakteri tersebut seperti batuk, diare, dan pusing kepala.
“Pemilik DAMIU yang belum kantongi  laik sehat sudah kita kirim surat teguran, agar segera mengurus izin laik sehat. Namun jika pihak pemilik DAMIU tersebut tidak merespon teguran kami, maka kami akan segera memberikan tindakan berupa sanksi penertiban kepada pemilik DAMIU yang masih membandel. Bahkan operasinya akan kita tutup,” terang Aidi, kemarin (11/4).
Tidak hanya itu saja, Dinkes dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan KPTS untuk melakukan pengecekan terhadap izin DAMIU. Termasuk koordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penertiban jika batas waktu yang diberikan untuk membuat sertifikat laik sehat nantinya tidak dipedulikan oleh pemilik DAMIU.
“Sebentar lagi mau puasa, maka sudah dapat dipastikan banyak masyarakat yang nantinya mengonsumsi air isi ulang. Kita tidak ingin hal ini nantinya menimbulkan keresahan di masyarakat, untuk itu kita akan bertindak cepat menyikapi persoalan ini,” pungkas Aidi. (cik)
Sumber:http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India