Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 04 Oktober 2016

DBD Mewabah Di Kaur

fauzi-razak-skm
Pauzi Rasak
BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mewabah di wilayah Kabupaten Kaur sejak beberapa minggu terakhir. Bahkan kasus DBD dalam sebulan terakhir ini terus mengalami peningkatan.  Dalam sebulan ini kasus DBD di Kaur mencapai 5 kasus. Meski belum ada kasus meninggal, namun Pemkab Kaur tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Meningkatnya memang tajam, terutama dalam sebulan terakhir. Kita sudah berusaha banyak tetapi kasusnya tetap saja banyak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Drs M Tabri melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Pauzi Rasak  SKM kemarin (30/9).
Dikatakannya, kasus DBD di wilayah Kaur merata di 15 kecamatan. Namun paling banyak berada di Kecamatan Kaur Selatan dan Kecamatan Tetap.  Guna meminimalkan dan menekan perkembangan kasus DBD, Pauzi menyebut pihaknya membentuk kelompok kerja nasional (Pokjanal) DBD di setiap kecamatan tersebut. Pokjanal itu beranggotakan karang taruna, PKK, polisi, TNI, serta relawan pemantau jentik dan elemen lainnya.
“Tugas mereka adalah memantau pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di setiap wilayah,” terangnya.
Lanjut Pauzi, selain itu pihaknya juga menerjunkan tim dengan mobil keliling untuk memberikan penyuluhan terkait gerakan PSN kepada masyarakat langsung. Juga Dinkes juga sudah mengirimkan surat ke setiap kelurahan untuk pelaksanaan PSN rutin melalui kerjabakti di wilayah.
“Dari bulan Januari hingga September ini, kita mencatat warga yang terserang DBD sebanyak 10 orang. Tapi yang paling banyak itu bulan September ini,”terangnya.
Ditambahkannya, pihaknnya menghimbau masyarakat untuk mengaktifkan kembali gerakam 3 M (menguras, mengubur dan membersihkan) tempat-tempat yang biasa digunakan untuk sarang nyamuk. Juga meminta masyarakat melakukan ikanisasi di air-air menggenang seperti kolam dan penampungan air. Ini dilakukan untuk menghilangkan jentik nyamuk yang berkembang di air menggenang.
“Pola hidup bersih dan sehat harus terus dikembangkan. Karena biasanya musim seperti ini nyamuk akan berkembang biak dengan baik,” tandasnya. (618)
Sumber: http://bengkuluekspress.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India