Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 04 Oktober 2016

Bisa Abrasi, Warga Ambil dan Jual Batu

User comments
 KOTA BINTUHAN – Kendati sudah berulang kali dirazia dan sosialisasi, warga tetap saja mengambil batu di tepi Pantai Tanjung Kemuning. Ketua Komisi III DPRD Kaur, Abdul Hamid menjelaskan pengambilan batu tersebut rawan abrasi. Lantaran saat kondisi pasang, ombak kian mendekat ke desa.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat hujan badai, Abdul Hamif minta pemerintah kembali mengimbau warga tidak mengambil batu untuk dijual. “Kita ingin pengawas penambangan turun, karena ini dapat  merusak lingkungan. Jangan sampai pengambilan batu dan pasir ilegal di Kaur ini dibiarkan. Bila perlu tempatkan petugas khusus untuk pengawasan,” saran Abdul Hamid.
Penambangan pasir ilegal di tepi pantai di beberapa kecamatanpun makin marak. Mulai dari Kecamatan Nasal, Maje, Kaur Selatan, Kaur Tengah dan termasuk Tanjung Kemuning. Kasi Tambang Rakyat dan Batuan Yanto mengaku DiskehutperESDM kembali turun ke lapangan memberi teguran.
“Kita sudah beberapa kali menegur, papan larangan kegiatan tambang sudah kita pasang. Nyatanya banyak dilepas dan dicabut warga. Kita tidak pernah biarkan, kalau ingin ditangkap mereka kadang hanya pengumpul,” tukas Yanto.
Untuk mengantisi maraknya penambangan, Yanto mengaku rutin mengecek ke lapangan dan memberi arahan. Terutama pada pengumpul batu di Tanjung Kemuning, yang sebagian besar adalah ibu-ibu untuk dapat penghasilan tambahan. Yanto juga tidak akan segan menangkap jika ditemukan truk atau mobil yang sedang mengangkut batu dan pasir di tambang ilegal.
“Kini jumlah kegiatan penambangan ilegal berkurang. Apalagi kita sudah satu bulan ini kerja sama dengan TNI dan Brimob membangun pos pengawasan dekat jembatan Padang Guci. Ini kita lakukan untuk menyelamatkan jembatan, dari pengambilan batu oleh masyarakat,” jelas Yanto.(cik)
Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India