Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Rabu, 01 Juli 2015

Panen 100 Hektar Ubi Racun

Kepala Dinas Pertanian Ir. Defrial, M.APBINTUHAN,BE- Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur untuk mengembangkan Kabupaten Kaur sebagai salah satu sentra penghasil ubi racun terus digalakan. Belum lama ini, ribuan bibit ubi racun yang berasal dari Lampung telah ditanam di lahan seluas 100 hektar lebih, yang menyebar di wilayah Kabupaten Kaur, sudah siap panen.
“Ada 100 hektar lebih lahan kosong yang sudah kita tanami ubi racun ini, insallah bulan Agustus ini sudah bisa kita panen,” kata Kepala Dinas Pertanian Kaur Ir Deprial MAP kemarin. Deprial mengatakan, penanaman ubi racun ini salah satu mendukung program Pemkab Kaur untuk mengembangkan tanaman singkong. Sebab, ubi racun ini nanti akan dijadikan tepung mocaf.
Juga sebelumnya pihanya telah membagikan bibit gartis kepada warga untuk ditanami ubi racun tersebut. Sehingga banyak warga yang sudah memanfaatkan lahannya untuk menanam ubi kayu. Bahkan sudah puluhan hektare lahan tidur saat ini disulap menjadi lahan perkebunan ubi kayu. “Masyarakat sebagian sudah ada yang mengembangkan ubi racun ini, dan menanam ubi racun ini sangat mudah sekali,” ujarnya.
Lanjut Deprial itu, 100 hektar yang siap panen itu, yakni 50 hektar di desa Tanjung Aur Kecamatan Tetap 75 hektar di kecamatan Kaur Selatan. Juga hasil berkebun ubi racun sangat menjanjikan berkebun di atas lahan satu hektar sekali panen bisa menghasilkan 40 hingga 60 ton ubi racun siap jual. Bahkan dari satu hektar petani bisa mendapatkan Rp 30 juta. “Dalam tempo sembilan 8 bulan, petani sudah bisa panen, dan juga jualnya tidak susah-susah karena kita siap membelinya,” ujarnya.
Ditambahkan Deprial, untuk perawatan sangat gampang, lahan setelah dibajak dilakukan penanaman. Sedangkan untuk pemupukan maksimal dilakukan dua kali, pertama saat umur tanaman memasuki dua bulan setelah itu kita lanjutkan pemupukan yang kedua kalinya ketika ubi racun berumur lima bulan. “Selain keuntungan yang cukup besar untuk menjual ubi racun juga tidak sulit karena pembeli mendatangi ke lokasi kebun,” tandasnya.(618)
Sumber: http://bengkuluekspress.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India