Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 23 Juni 2015

79 Jemaah Naqsabandiyah Mulai Menjalankan Suluk

22 juni islamic center


KOTA BINTUHAN – Sebanyak 79 jemaah tareqat Naqsabandiyah, Minggu kemarin (21/6) mulai melaksanakan suluk atau berzikir. Kegiatan ini dipusatkan di gedung kerohanian Naqsabandiyah di Desa Padang Panjang Kecamatan Semidang Gumay Kabupaten Kaur.
Sebelumnya, kegiatan suluk dibuka Sabtu malam (20/6) yang dihadiri Polsek Kaur Tengah, KUA Semidang Gumay, Kepala Desa Padang Panjang, dan beberapa pihak lainnya berjalan lancar dan aman.
Kapolsek Kaur Tengah AKP Tasrin kepada RB kemarin (21/6), mengatakan pada dasarnya, pelaksanaan Suluk berjalan lancar dan aman. Ada 79 peserta yang ikut kegiatan suluk, yang datang dari daerah Krui Lampung, Manna Bengkulu Selatan, Kota Bengkulu dan Kabupaten Kaur. Dari 79 peserta yang mengikuti suluk yakni 32 orang laki-laki dan 47 orang perempuan.
‘’Kegiatan suluk Naqsabandiyah baru mulai berjalan hari ini (kemarin-red) dan sampai saat ini, berjalan baik dan aman. Untuk menjaga keamaanan maka setiap hari kegiatan suluk terus kita pantau. Kita tidak ingin ada korban seperti di daerah lain beberapa waktu lalu,’’ kata Kapolsek.
Dibagian lain, untuk menjaga dan mengecek kesehatan para jemaah yang ikut kegiatan suluk, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur melalui Puskesmas Semidang Gumay sudah siapkan tenaga medis guna mengecek kesehatan peserta suluk. ‘’Dari Dinkes menurunkan tim medis guna memantau kesehatan peserta suluk,’’ kata Sekretaris Dinkes Kaur, Darmawansyah, S.Sos.
Menurut Darmawansyah, untuk teknis tenaga medis yang disiagakan di lokasi suluk adalah tenaga medis dari Puskesmas Semidang Gumay. Tetapi, pihaknya tetap melakukan pemantauan, jangan sampai nanti ada jemaah yang mengalami kehabisan cairan. Karena pada saat suluk mereka hanya berzikir dan jarang sekali makan dan minum.
‘’Kegiatan suluk sejak awal sudah berkoordinasi dengan kita. Setiap hari kita siagakan tenaga medis. Kalau perlu mobil ambulans juga kita siagakan di lokasi. Ini untuk mengantisifasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Darmawansyah.
Perlu diketahui, kegiatan suluk Naqsabandiyah di Kabupaten Kaur merupakan kegiatan suluk yang pertama. Kegiatan ini dilakukan selama 10 hari dengan dibagi dua gelombang. Setiap peserta diwajibkan membayar uang pendaftaran Rp 525 ribu/orang. Uang tersebut digunakan untuk konsumsi selama kegiatan suluk.
Selama kegiatan suluk setiap jemaah akan gelar zikir di tempat yang telah disediakan penitia dengan ditutup pakai kelambu. Jemaah selama suluk, tak boleh keluar kalau tidak ada arahan panitia atau guru mereka.(cik)

Sumber: http://harianrakyatbengkulu.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India