Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Senin, 17 Oktober 2011

Mengembangkan Pisang Kepok di Kabupaten Kaur

BENGKULU: Pemerintah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu pada 2011 akan mengembangkan tanaman pisang kepok di daerah itu seluas 385 hektare.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi, Pemkab Kaur Edi Suardi mengatakan tanaman pisang kepok itu, akan dikembangkan di 19 desa di sejumlah kecamatan di daerah itu.

Sedangkan jumlah petani yang dilibatkan dalam program pengembangkan tanaman pisang kepok ini mencapai raturan orang berasal dari 19 desa di daerah itu.

 “Saat ini, para petani sedang menggarap lahan untuk ditanami pisang tersebut. Kita targetkan pada bulan November bibit pisang sudah ditanam di lahan milik petani setempat,” ujarnya, Minggu 16 Oktober 2011.
Bibit pisang kepok yang akan ditanam di 19 desa di beberapa kecamatan di Kaur itu, berasal dari bantuan pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah.

Pengembangkan tanaman kepok ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan para petani setempat juga bertujuan agar daerah tersebut menjadi penghasil pisang kepok terbesar di Provinsi Bengkulu ke depan.
“Kami sangat optimistis jika tanaman pisang seluas 385 hektare sudah dipanen, maka Kaur akan menjadi sentra penghasil pisang kepok di Provinsi Bengkulu. Sebab, pisang ini sangat cocok dikembangkan di Kaur karena kondisi tanah sangat subur,” ujarnya.

Harga pisang kepok di Bengkulu, saat ini berkisar antara Rp20.000 sampai Rp25.000/tandan. Sedangkan masa panen pisang kepok maksimal enam bulan setelah ditanam.

Jika satu petani bisa menanam pisang kepok di lahannya sebanyak 500 batang, maka penghasilan mereka sekali panen sekitar Rp12,5 juta. Pendapatan ini jika dikurang biaya pembelian racun rumput, dan biaya operasionalnya selama enam bulan sekitar Rp4 juta.

Dengan demikian, pendapatan petani sekali panen bisa mencapai Rp8,5 juta dalam waktu enam bulan. Karena itu, kami optimistis jika tanaman pisang berhasil, maka pendapatan petani akan meningkat.
Sedangkan pemasaran pisang kepok di Bengkulu tidak sulit karena pembelinya banyak, terutama pada pedagang pisang goreng di Kota Bengkulu dan beberapa kabupaten lainnya di Bengkulu, katanya. (antara)

2 komentar:

Hanung SA mengatakan...

Kalau sudah berbuah, kami sanggup menerima hasilnya baik ps ambon, raja dan kepok kuning kondisi mentah kirim ke alamat kami
Satyafood Processing Tehnology
Jl Lemah Gempal I/714 Semarang
a.n : Bpk Kastiono telp 02470169671

Kaceraja mengatakan...

saya siap tampung, hub.081271270805

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India