Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Kamis, 10 Februari 2011

PROFILE KESEHATAN KABUPATEN KAUR

Oleh: Dr. Qomariah Alwi, M.MedSc
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI



                                    Dr. Qomariah Alwi, M.MedSc

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) atau Baseline Health Research diadakan secara serentak oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan untuk seluruh propinsi dan kabupaten di Indonesia setiap 3 tahun sekali. Penelitian pertama dimulai pada tahun 2007 dan kedua pada tahun 2010. Hasil Riskesdas tahun 2007 untuk Kabupaten Kaur cukup memprihatinkan bila dibandingkan dengan kabupaten lain di Indonesia pada umumnya dan di Propinsi Bengkulu pada khususnya. Gambaran garis besarnya adalah sebagai berikut.

  1. Kabupaten Kaur termasuk salah satu dari 150 kabupaten kategori DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan) dari sejumlah 441 kabupaten yang ada di Indonesia

  2. Kabupaten Kaur adalah satu-satunya kabupaten yang masuk dalam kategori DBK di Propinsi Bengkulu.
Secara rinci aspek-aspek kesehatan Kabupaten Kaur yang paling rendah/paling tinggi/kurang baik dibandingkan dengan kabupaten lain di Propinsi Bengkulu adalah sebagai berikut.
  1. Status gizi balita kategori sangat pendek di Prop. Bengkulu yaitu Kab. Kaur dan Kab. Lebong

  2. Kab. Kaur tidak mempunyai tempat penimbangan anak di RS, Puskesmas, Polindes, hanya ada di Posyandu

  3. Angka Kab. Kaur paling rendah bahkan sangat sedikit sekali ibu yang memiliki buku KIA (Kesehatan ibu dan anak)

  4. Dalam pemeriksaan kehamilan, petugas kesehatan tidak pernah melakukan pemeriksaan hemoglobin dan pemeriksaan urine

  5. Cakupan pemeriksaan bayi (neonatus) paling rendah dibandingkan dengan kabupaten lain di prop. Bengkulu

  6. Prevalensi malaria Kab. Kaur paling tinggi, kedua tertinggi Kab. Bengkulu Selatan dan ketiga tertinggi Kab. Seluma

  7. Kab. Kaur dan Kab. Bengkulu Selatan mempunyai angka ISPA tertinggi di Prop. Bengkulu

  8. Untuk penyakit diare Kab. Kaur mendapat ranking 2 tertinggi, rangking 1 Kab. Lebong

  9. Kab. Kaur mempunyai angka penyakit sendi (rematik) tertinggi di prop. Bengkulu

  10. Penduduk Kab. Kaur dan kab. Rejang Lebong yang paling sedikit melakukan operasi katarak/ mata

  11. Angka Kab. Kaur paling rendah untuk kebiasaan menggosok gigi setelah makan pagi dan sebelum tidur

  12. Ternyata penduduk Kab. Kaur paling banyak terkena cedera pada lutut dan tungkai bawah serta siku lengan bawah

  13. Angka perokok setiap hari Kab. Kaur paling tinggi dibandingkan dengan kabupaten lain, dengan jumlah rata-rata 12 batang perhari, dan terbanyak kretek tanpa filter

  14. Penduduk Kab. Kaur paling banyak yang kurang makan buah dan sayur dibandingkan Kab. Lain di Prop. Bengkulu

  15. Ternyata penduduk Kab. Kaur juga paling banyak minum minuman beralkohol dibandingkan dengan Kab. Lain

  16. Pengetahuan tentang pencegahan HIV AIDS, yang paling rendah kab. Seluma kemudian kedua terendah kab. Kaur

  17. Dalam hal berperilaku benar untuk BAB (buang air besar) di jamban, paling rendah Kab. Lebong, kedua terendah Kab. Kaur

  18. Penduduk Kab. Kaur paling banyak beralasan tidak memanfaatkan posyandu, polindes dan POD (pos obat desa) karena tidak ada posyandu, polindes dan POD di lingkungannya

  19. Penduduk kab. Kaur sangat sedikit sekali yang memanfaatkan rumah sakit kabupaten untuk rawat inap dibandingkan Kab lain

  20. Rumah tangga Kab. Kaur paling banyak menggunakan tempat penampungan air minum terbuka sebelum dimasak

  21. Rumah tangga Kab. Kaur paling banyak BAB di pantai/tanah dibandingkan dengan kab. Lain

  22. Rumah tangga Kab. Kaur paling rendah mempunyai tempat penampungan sampah tertutup baik di dalam dan di luar rumah

  23. Rumah tangga kab. Kaur paling banyak memasak dengan menggunakan kayu bakar

  24. Rumah tangga kab. Kaur paling banyak menggunakan bahan beracun di dalam rumah berupa spray rambut.
Untuk menjadi telaah semua.., pokoknye ngetop!
Terima kasih atas perhatiannya. Dikutip dari hasil Riskesdas 2007.
Jakarta, Februari 2011

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India