Sekapur Sirih

Malah singgah kudai adik Sanak........ manjaui kudai kami di Blog Persatuan Warga Kaur (PWK) Palembang..... disinilah jalan kite bebagi ce'rite, saling bebagi informasi, baik ce'rite di Kaur juge ce'rite dijalan kite tinggal mak kini.......Kritik, saran dan masukan untuk helau nye Blog ini kami tunggu nihan, juge kalu ade seguk'an artikel / tulisan serta foto yang ade hubungan nye dengan Kau'r bulih lah diki 'rimkan kesini......Mudah-mudahan saje blog ini dapat menyatukan kite warga Kaur di'rantau dengan adik sanak di dusun laman.....................

Selasa, 14 November 2017

SIMPOSIUM NAPAK TILAS SEJARAH DAN BUDAYA KAUR BERLANGSUBG DI GD MUSEUM NASIONAL JAKARTA TG 13 NOVEMBER 2017.





Simposiun  napak Tilas yg membahas bahasa  , Sejarah dan Budaya Kaur berlangsung Hari senen  tgl  13 November 2017  di Auditorium  Gedung B  Museum Nasional  Indonesia  atau dikenal  dengan  sebutan Museum Gajah yang terletak  di jalan Merdeka barat No 12 Gambir Jakarta pusat.

Simposium tersebut di buka secara resmi oleh  ketua Badan Musyawarah Masyarakat  Propinsi Bengkulu - BMMPB-  di Jakarta Drs Chairil Anwar
mewakili Gubernur Bengkulu
ditandai dg pemukulan gendang dol yng didampingi oleh rektor Universitas  Sahit Jakarta prof Dr Ir kohar Sulistiadi MSIE dan Dirjen Kebudayaan Kementerisn pendikdiksn dan kebudayaan RI yg diwakili oleh  DR.Agus Widiyatmoko MM yg disaksikan oleh peserta Simposium dari PWK Jabodetabek , PWK Palembang dan utusan dari  Kabupaten Kaur  lainnya.

Simposium napak tilas  yg membahas bahasa  , Sejarah dan Budaya Kaur yersebut menampilkan 2 Session topic bahasan dari 3 Sesion yg direncanakan antra lain pada Session pertama dibahas  topik Dialektika Bahasa Kaur dan keunikan nya dg nara sumber Chairitha Rahmasani Ssi konsultan , DR.Dra Manik Sunuantari Msi dekan Fak I.komunikasi Univ Sahit Jakarta serta Prof Hudan Hidayat Gozali sebagai Sastrawsn dengan  Moderator Baharuddin AS SH,MH mantan Ketua PWK Jakarta .

Selesai Istirahat siang  dilanjutkan dg Session ke 2 dg membahas topik Sejarah dan Budaya Kaur dg 3 Org nara sumber dra Zusnedy Zuber S.sos peneliti  Balai pelestari bufaya Nadional  Sumatra Barat , Dra Elly Yusniarti Ms dari Kasubdit Ketahansn Seni dan budaya Kemendagri RI ( beliau ni anak Main Saleh Kaur ) serta  Almin S.Sos dari Peneliti Lembaga Sriwijaya Ufuk Timur .

Dari  Pengamatan Tim Liputan PWK Palembang yg sekali gus juga sebagai peserta dlm simposium ini dari Session I topik bahasan  dialektika bahasa  Kaur dan ke Unikan nya  Nara Sumber  materi bahasan  sangat melebar dan  bersipat  sangat umum tidak menyentuh apa yg di bahas  ybs menceritakan dialek bhs kaur dan keunikan hanya dikarena oleh faktor jarak ,sungai dan wilayah yg ada di kabupaten  Kaur.

Apalagi penyajian yg dilakukan dg dilakukan oleh Nara sumber hanya dg Methode ceramah dg layar in fokus dan tanpa adanya Copy tulisan yg dapat di berikan kepasa peserta , peserta hanya mendengar saja dan pertanyan dari peserta pun tidak  mendapat jawaban  yg memuaskan.

di Session kedua pun demikian pula nara sumber Dra Elly Yusniarti Ms dari Kasubdit Ketahansn Seni dan budaya Kemendagri RI ( beliau ni anak Main Saleh Kaur penyampaisn makalah diacung kan jempol dg Retorica yg menggebu2 seprti tokoh parpol lagi kampanye tapi isi nya tidak ada hubungan dan menyentuh dg Makalah yg disampaikan  beliau yaitu Menelusuri Jejak  Kerajasn Sriwijaya di Kabupaten Kaur tepuk tangan  peserta pun semakin bergemuruh laksana kedatangan raja di tanah kaur pada masa kerajaan sriwijaya, itupun ntah ade tah de.

Demikian pula nara sumber berikutnya  DR Zusneli Zubir S.Sos penulis buku Sejarah Puyang Semberani Kaur/ Pangeran Cungkai dari kerajaan Kaur dlm prolog penyampaian  maksalah  Sejarah Puyang Semberani kaur dan pangeran cungkai tidak menjelaskan kocus  secara terperinci bukti dan keberadaan kerajaaan yg ada di Kaur.

Tim liputan PWK Palembang tetap mengacungkan jempol dg diselenggarakan  Simposium ini karena ada perhatian dan kepedulian dg Kaur  sebagai tanah ke lahiran  warga kaur yg ada diperantauan.

Dan alhamdulillah sebagai rekomendasi dari Hasil Simposium ini disepakati  usulan  Ubtuk Kabupaten Kaur  untuk  menjadi tuan rumah  temu  muka  pewaris dan pemegang tahta kerajaan di seluruh Indonesia untk berkumpul  di Bintuhan  dan  kerajaaan Kaur   menjadi tuan rumah .

Perhatian pemerintah Kabupaten pun dirasakan sangat minim..... Bayang kan Bupati kaur yg di undang berhalangan di delegasikan  Ke Wakil bupati pun berhalangan hadir. ....,Akhirnya didelegasikan dengan  Ka Dinas Pendidikan  Kab Kaur itu pun masih berhalangan  Akhir nya  di  delegasikan dg staf   diknas Kabupaten yg bernama Sutapa...Beravo buat Pak Sutapa yg hadir  Simposium ini yg mewakiki Bupati Kaur.

Waw..... .hebat nya lagi Gubernur Bkl pun hadir  tapi  diwakiki oleh Staf ahlinya bid Ke masyarakatan Drs Rusdi Bakar Mpd.... kedatangan nya pukul 12.00 wib... belum terlambat pas mau makan suang . Tim liputan PWK Palembang Akhir santap siang bersama dg  sang Staff Ahli.

BRAVO  BUAT  PWK  JAKARTA / Semoga


Tim liputan PWK Plg 
Memberitakan dari  Gedung Museum Nasional  Indonesia  Jakarta . /Sn

Ratusan Hektare Sawah Rusak, Puluhan Ternak Hilang

Sawah di Kecamatan Luas Kabupaten Kaur yang terendam banjir karena diguyur hujan, Jum’at (10/11).
Sawah di Kecamatan Luas Kabupaten Kaur yang terendam banjir karena diguyur hujan, Jum’at (10/11).
KAUR DILANDA BENCANA
LUAS, Bengkulu Ekspress  – Hujan yang melanda wilayah Kabupaten Kaur dan sekitarnya pada Kamis (9/11) sore hingga malam, berbuah bencana bagi warga desa yang berada di Kecamatan Luas dan Muara Sahung Kabupaten Kaur. Sebab, banjir dari luapan sungai Luas itu mengakibatkan ratusan hektar sawah di 12 Desa di dua Kecamatan ini rusak akibat terendam air. Selain itu juga banjir bandang itu menyebabkan banyaknya unggas dan ternak peliharaan warga hilang terbawa arus air. Akibatnya para petani dan warga pun merugi hingga ratusan juta rupiah, karena sawah tersebut baru saja ditanami bibit padi.
“Sawah kami terendam banjir ini karena sungai Luas meluap akibat hujan deras semalam, makanya padi kami ini sudah terendam air. Kami merugi juta karena bajir ini,” ujar Salim (53), pemilik sawah di desa Bangun Jiwa Kecamatan Luas kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (10/11).
Dari hasil pantauan Bengkulu Ekspress, kemarin (10/11) 400 hektar sawah sawah yang terendam bajir yang berada di 11 Desa Kecamatan Luas yakni Desa Pulau Panggung, Kepayang, Bangun Jiwa, Cahaya Negeri, Tanjung Beringin , Ganda Suli, Padang Jati, Umbul, Durian, Tuguk dan Benua Ratu. Sedangkan di Kecamatan Muara Sahung itu yakni desa Muara Sahung Kecamatan Muara Sahung, itu karena sungai Luas meluap akibat hujan deras kemarin malam, dikarenakan sungai Nasal yang berada di tepi sawah Kecamatan Luas dan Muara Sahung itu meluap akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kaur sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB. Namun untuk puncaknya sawah mulai tergenang air sekitar pukul 21.00 WIB malam. Dalam satu jam lebih sungia langsung itu meluap dan menutupi padi yang baru ditanami seluas ratusan hektar tersebut. Akibatnya sawah yang baru ditanami masyarakat padi berumur sekitar satu bulan itu rusak terseret banjit dan membuat petani sawah merugi. Juga puluhan ternak kerbau yang berada di sekitar sawah itu juga hilang karena terseret banjir bandang itu.
“Ya, masyarakat khususnya petani di Desa Tuguk Luas ini jelas merugi, karena sawah yang baru mereka tanami itu tidak bisa dilajutkan lagi. Ini karena terendam air karena hujan tadi malam (kemarin),” kata Basar, Kades Tuguk, kemarin (10/11).
Ditambahkan Kades, pihaknya berharap adanya partisipasi untuk menyikapi khususnya petani sawah yang terendam banjir. Mengingat padi baru berumur satu bulan itu sudah tidak bisa dikelola. Sedangkan untuk menunggu normal tentunya harus dimulai dari awal, mulai dari pembibitan dan pemupukan.
“Kepemilikan sawah yang terendam bajir itu sudah kita data, yang kita data ini untuk sawah yang memang rusak parah, nanti hasilnya akan kita laporkan ke dinas terkait. Juga dengan adanya musima ini kita berharap adanya bantuan pemerintah untuk membantu petani ini,” harapnya.
Sementara Camat Luas Indra, Jaya SPd yang medengar musibah banjir yang merendam ratusan hektar sawah di desa Kecamatan Luas itu langsung turun ke lokasi banjir. Camat meminta, kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait agar mengatasi masalah banjir yang selalu melanda petani ini. Karena posisi sawah dengan bibir sungai tinggal kurang lebih empat meteran. Karenanya mereka berharap pemerintah segera melakukan penanggulangan sementara dengan memasang bronjong agar aliran air tidak langsung menghantam sawah mereka.
“Penanggulangan sementara mungkin bisa dengan bronjong, karena kalau tidak segera diatasi ini bisa kembali banjir dan merugikan petani. Juga kami minta kepada dinas terkait agar irigasi di sekitar sawah pinggir Sungai Luas itu dinormalisasi kembali agar tidak banjir,” harap Camat.
Dilain sisi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kaur, Nasrul Rahman S Hut mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi adanya sawah terendam. Namun pihaknya akan turun kelapangan untuk memastikan berapa luas sawah yang terendam banjir itu.
“Masalah ini nanti akan kita sikapi dan untuk bantuan semuanya masih dalam evaluasi, dan masyarakat untuk tetap bersabar,” jelasnya
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

2 ORANG UTUSAN PWK PALEMBANG HARI INI BERANGKAT KE JKT GUNA MENGHADIRI SIMPOSIUM NAPAK TILAS BAHASA SEJARAH DAN BUDAYA KAUR. .

Foto Son Eswandy.
PWK Palembang Hari Ini Minggu 12 November 2017 memberangkat kan 2 Org anggota nya Untuk hadir mengikuti Simposium Napak Tilas Bahasa , Sejarah dan budaya Kaur di Gedung Museum Nasional Jakarta pada tgl 13 November 2017.
2 Org yg akan hadir tersebut masing masing Drs.H.Son Eswandy Ketua PWK Palembang dan Mardi Fachrozi SH Sekretaris PWK Palembang guna nenghadiri Simposium Napak Tilas Bahasa , Sejarah dan budaya Kaur , namun juga terbuka untuk seluruh Anggota PWK Palembang yg lain nya yg ingin menghadiri Sinposium tersebut
Foto Son Eswandy.
Simposium Sejarah dan Budaya Kaur diselenggarakan oleh PWK Jakarta dalm rangkaian napak tilas guna mengenal Sejarah , bahasa dan budaya Kaur memeriahkan dan menyambut Hari ulang tahun propinsi Bengkulu yg ke 49 Tanggsl 18 November 1968.
Mohon doa restunya agar kami dapat mengikuti Simposiun ini dg sebaik2 nya dan dapat menyajikan hasil hasil simposium bagi anggota PWK Palembang .
Tim Liputan PWK Palembang turut serta dlm kegiatan tersebut di ketuai oleh Mardi Fahrozi SH dan dibantu oleh TIM IT PWK di Palembang Ansar dkk guna disiarkan melalui Media Sosial WhatsApp , Fb , Instagram dan blog PWK Palembang
Foto Son Eswandy.
Rombongan dan Tim Liputan PWK Palembang tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pukul 15.00 wib Selanjutnya
Berangkat ke Jakarta Jam 16.00 wib dg Lion JT 347.
Pulang Jkt - Plg Tgl 13 Nov 2017 jam 21.00 wib dg Lion ID 6878.
Tim liputan PWK Plg 
Memberitakan dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta ./Sn

Nelayan Kaur Temukan Muntahan Ikan Paus 3,5 Kuintal

Irul/Bengkulu Ekspress GIRANG: Sukadi saat memperlihatkan bongkahan yang diduga dari hasil muntahan ikan paus, dikamar rumahnya di desa Pasar Lama, Kamis (9/11)
Irul/Bengkulu Ekspress GIRANG: Sukadi saat memperlihatkan bongkahan yang diduga dari hasil muntahan ikan paus, dikamar rumahnya di desa Pasar Lama, Kamis (9/11)

Bahan Parfum Kelas Dunia, Penemu Bisa Jadi Miliarder

Semua orang pasti ingin mempunyai banyak uang dan menjadi kaya bak miliader. Mungkin hal inilah akan dialami seorang nelayan dari desa Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur Sukadi (48). Sepertinya dia bakal banyak mendapatkan uang, setelah menemukan muntahan ikan paus di pesisir pantai di Pantai Pulau Enggano.
AIRULLAH SYEKHDI, KAUR
Beberapa hari ini, nelayan desa Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan dibuat heboh, oleh Sukadi yang tiba-tiba membawa pulang bongkahan muntahan ikan paus seberat 200 kilogram itu ketika berlayar pulau Enggano itu.
Sukadi bersama tiga rekannya Nopen (35), Peri (25), warga Desa Linau dan Ijal (35), warga Enggano girang bukan kepalang ketika menemukan muntahan ikan paus. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini bersiap menjadi milioner dengan zat muntahan dari ikan paus sperma tersebut. Muntahan seberat 200 kg itu diduga merupakan ambergris yang sangat dihargai dalam produksi parfum. Ditaksir harganya sampai miliaran rupiah.
“Saya itu memukannya sudah seminggu, waktu itu saya melihat gumpalan besar mengambang di air. Kemudian saya mengambil tali untuk menariknya ke perahu. Tak disangka, gumpalan itu mutahan ikan paus,” ujar Sukadi saat ditemui BE di rumah di desa Pasar Lama, kemarin (9/11).
Diceritakan bapak tiga anak ini, penemuan muntahan ikan paus yang berwarna abu-abu seperti lilin itu pada Jum’at (20/10) di wilayah laut Enggano letaknya di perairan Kayu Apu atau sekitar 89 mil dari kota Bintuhan.
Kisah beruntungnya berawal suami dari Darmawati (40) bersama tiga rekannya itu pergi melaut mencari ikan seperti biasanya di sekitar pulau Enggano. Namun dalam perjalanan pulang dan mencium bau aneh di sekitar perahunya.
Dia pun segera menghampiri bau tersebut dan menemukan tumpukan besar ambergris atau muntahan ikan paus mengambang di air. Karena ia sudah tau jika muntahan paus itu memiliki nilai jual yang tinggi, dan menjadi buruan perusahaan produsen minyak wangi, karena menghasilkan reaksi kimia yang membuat aroma permanen dan tahan lama.
Ia pun memutuskan membawa bongkahan muntahan ikan itu ke rumahnya dan diletakan didalam kamar rumah. “Waktu itu saya sudah pernah menemukan muntahan ini, tapi belum tahu kalau berharga, dan saya tahunya berharga ini dari internet dan berita. Makanya waktu menemukan itu saya sangat senang, apalagi itu menjadi buruan produsen minyak wangi,” ujarnya.
Dikatakannya, ia sebenarnya menemukan bongkahan munta ikan paus itu sekitar 3,5 kuintal. Namun dua kuintal dibawa ke rumahnya di desa Pasar Baru, sedangkan 1,5 kuintal masih di rumah rekannya Ijal Enggano.
Ia yakin jika temuannya itu benar-benar muntahan ikan paus, karena melihat ciri-ciri baik dari pemberitaan yang ada di televisi maupun pengetahuan lainnya, pernah ada yang namanya muntahan ikan Paus di laut lepas.
Lanjutnya, dengan penemuan tersebut muntahan ikan paus miliknya akan dijualnya dengan harga tawaran yang paling tinggi. Apabila ada yang inggin membelinya silakan menghubunginya. Sedangkan hingga kini belum ada yang mau membeli hanya masyarakat yang berbondong-bondong ingin melihat muntahan ikan paus yang terpecah-pecah didalam kamar rumah tersebut.
“Untuk harga menurut informasi yang ada internet nya harga satuan perkilo mencapai puluhan juta hingga ratusan juta, tapi kalau ada orang mau beli perkilo Rp 25 juta saya jual,” katanya.
Sementara Kepala Desa (Kades) Desa Pasar Lama M Ali, membenarkan jika ada nelayan di desanya menemukan muntahan ikan Paus yang diduga bernilai tinggi hingga meliaran itu, tetapi untuk kepastian hal tersebut belum jelas apakah benda yang ditemukan oleh nelayan itu benar-benar ambergris atau bukan.
Tetapi kalau menurut pegetahuan sesui yang beredar dimedia sosial ada kemiripan. Apabila yang ditemukan itu benar dan harga satuanya mencapai miliaran. “Ya benar kalau ada nelayan kita menemukan muntahan ikan paus itu, dan juga saya sudah lihat, kalau itu benar yang seperti dicari orang untuk minyak wangi itu, bisa kaya mendadak,” singkatnya.(**)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Rabu, 08 November 2017

Tim Liputan PWK PALEMBANG Memangah di Pusat Perbelanjaan THAMRIN CITY JAKARTA .

Foto Son Eswandy.
Tim liputan PWK Palembang berada di Kota Serpong BSD City Tanggerang Selatan selama 3 hari sejak jum'at lalu 3 November 2017 sempat mengunjungi dan bermalan di Putri Duyung cottages Pantai Ancol walau pun hanya semalam
 .Foto Son Eswandy.
kini kembali meyambangi kota Jakarta memangah melihat2 pembangunan Infra struktur dan arsitektur Kota Jakarta sebagai ibukota Republik Indonesia .
Tim liputan PWK Palembang Selasa pagi 7 Nov 2017 menyambangi pusat perbelanjaan Thamrin city di Jalan Thamrin Jakarta pusat sambil memangah melihat gedung2 yg tinggi dipusat kota Jakarta.
Foto Son Eswandy.
Jakarta memang hebat terkenal dengan pembangunan nya serba wah dan megah gedung2 bertingkat jalan tol mengelilingi kota Jakarta dan denyut jantung berdetak 24 Jam tanpa berhenti .
Jakarta dengan segala kegiatan nya seolah olah tidak ada istirahatnya dg kehidupan yg elit berbaur ramah , dan bermartabat , sekali2 tampak menggeliat beringas dan kejam......sekejam kejam ibu tiri masih kejam ibukota 
.Foto Son Eswandy.
Tim liputan PWK Palembang masih saje memangah di kota Jakarta ini ndak benur tian betungge dg Jokowi ni kalu pacak. tapi de ade jalan nye ..tampak nye masih betah..mpuk tanci lah santing .
Foto Son Eswandy.
Wuy ...malah kite balik.. radu lah kudai memangah saje di jekerte ni ..de bani kan ngan ngeradui .. .Kalu kite de pacak balik.

Tim liputan PWK Plg 
Memberitakan dari Serpong BSD City Propinsi Banten dan Jakarta /Sn. -.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.

Tim Liputan PWK PALEMBANG Berkunjung ke BEVERLY TOWER CONDOMINIUM JAKARTA .

Foto Son Eswandy.
Sebahagian tim liputan PWK Palembang yg melakukan kunjungan ke Serpong sejak 3 November lalu kini masih bertahan di jakarta senen sore 6 Nov 2017 menyambangi rumah keluarga sanak famili yg bermukim di Jakarta .
Tim liputan PWK Palembang antra lain mengunjungi rumah Evan beserta keluarga yang bermukim di Beverly Tower Condominium yg berlokasi di Jl. TB Simatupang Jakarta sekaligus memenuhi undangan Evan untuk santap siang bersama dikediaman nya di Apartemen Condiminium Beverly tower Jakarta .
Foto Son Eswandy.
Tepat pukul 13.00 wib rombongan meninggalkan Taman Impian Jaya Ancol menuju kediaman Evan di Jl TB Simatupang langsung santap siang bersama karena memang kedatangan kami tepat waktu makan siang .
Kunjungan kekeluargaaan dan santap siang tersebutm menambah suasana keakraban diantara kami mengingat Evan ini adalah putra dari DR Qomariah dari 3 bersaudarsa berkerja disebuah pertambangan milik Australia dan sudah lama bermukim di Australia sejak beberapa tahun lalu dan sekali2 juga tugas di Indonesia terutama di pulau Kalimantan .Foto Son Eswandy.
Disamping itu Evan ini juga adalah anggota WhatsApp atau WA PWK Palembang yg selalu memonitor atau ngehimbang kegiatan dan kegaduhan yg terjadi WA PWK Palembang terutama akhir akhir ini .
Setelah santap siang dan bercengkerama di lantai 4 Berverly Tower sambil memangah memandang kota Jakarta dg megahnya gedung2 yg tinggi fi kota Jakarta, jam 16.15 wib kamipun pulang kembali ke Pangkalan Jati waringin Jkt bermalam di rumah DR Qomariah tak terasa jam menunjukan pukul 21.00 kami tertidur entah apa yg terjadi.. ..Jakarta tetap menggeliat dg segala hiruk pikuknya .
Son Eswandy Tim liputan PWK Plg 
Memberitakan dari Condominiuim Beberly Tower Jakarta /Sn.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.

Selasa, 07 November 2017

Nelayan Segera Daftar Asuransi

nelayan

BINTUHAN, BENGKULU EKSPRESS – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kaur Edwar Heppy SSos, mengimbau nelayan setempat mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi jiwa yang preminya ditanggung oleh pemerintah. Sebab asuransi ini sangat penting bagi nelayan. “Para nelayan tinggal datang ke Kantor Dinas Perikanan, karena kuota yang disediakan oleh Kementerian Kelautan belum terpenuhi,” kata Edwar beberapa hari lalu.

Menurutnya, pekerjaan nelayan tidak kalah rawannya dengan petani, karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga sangat rawan akan terjadi hal yang tidak kita inginkan. Maka dari itu, nelayan yang belum terdaftar sebagai penerima asuransi bisa datang ke kantor dinas perikanan dengan membawa persyaratan, seperti kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk elekteronik (e-KTP), dan kartu nelayan. “Pentingnya asuransi untuk mengantisipasi segala hal yang tidak kita inginkan, jika memang ada peristiwa yang tidak kita inginkan maka asuransi bisa membantu biaya untuk meringankan beban,” terangnya.

Lanjut Edwar, berdasarkan data statistik 2016 jumlah nelayan Kaur saat ini sebanyak 2.352 orang dan memiliki kartu asuransi baru 865 orang, artinya masih menyisakan lebih dari 1000 nelayan yang belum mengantongi kartu nelayan dan kartu asuransi nelayan. Khusus karu asuransi nelayan tahun 2017 ini dua kali penerbitan yakni pada penerbitan pertama masa pertanggungan 31 Juli 2017-31 Juli 2018 ada 323 nelayan, kemudian masa pertanggungan 25 September 2017 -25 September 2018 ada 865 nelayan.

“Kartu ini masa berlakunya selama 1 tahun, untuk tahun awal di bayar oleh pemerintah dengan premi sebesar Rp 175.000,- untuk tahun berikutnya dibayar oleh nelayan itu sendiri tahun 2017 ini pemerintah berkerjasama dengan Asuransi Jasindo (Persero),” terangnya. Ditambahkannya asuransi ini bukan hanya berlaku saat nelayan itu melaut, namun juga beraku disaat yang bersangkitan didarat, artinya tetap diberlakukan dimana saja berada dengan jumlah tanggungan yang tentunya tak sama. Sesuai dengan polis santunan yang diberikan bila mengalami kecelakaan saat menangkap ikan yakni Kematian Rp 200 juta, cacat tetap Rp 100 juta biaya pengobatan Rp 20 juta. Sedangkan kecelakaan akibat bukan nemangkap ikan yakni kemaian Rp 160 juta, cacat tetap RP 100 juta dan pengobatan Rp 20 juta. “Kartu nelayan ini sangat bermanfaat bagi nelayan, makanya yang belum ada kartu nelayan ini segera urus,” jelasnya.(618)

Sumber:http://bengkuluekspress.com/

50% Warga Trans Minggat

Ilustrasi

Ilustrasi
BINTUHAN, BENGKULU EKSPRESS – Hampir separoh atau sekitar 50 persen Kepala Keluarga (KK) tranmigrasi asal Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim) di Desa Kedataran Sambat Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, minggat atau kembali pulang ke daerah asal mereka, yakni Kuningan Jawa Barat. Mereka pergi meninggalkan lokasi transmigrasi karena ingin mencari kehidupan yang lebih layak lagi.
“Ya untuk saat ini ada sekitar 96 KK yang dinyatakan telah pulang ke tanah asal mereka, dari jumlah 198 KK Trans Kedataran yang ada di Kecamatan Maje,” kata Kepala Disnakertran Kaur, Ir Sulaiman melalui Kabid Trasnmigrasi, Dedi Gubrizal SHut, kemarin (5/11). Dikatakan Dedi, warga yang sudah pulang ke Jawa itu, sebagian mereka meninggalkan rumah dan lokasi mereka di trans itu. Namun sebagian lagi mereka hanya mudik, melihat keluarga di Jawa dan sebagainya. Namun untuk warga trans yang tidak kembali lagi ke lokasi trans, pihaknya akan segera melaporkan ke Kementerian Transmigrasi. Kemudian pihak kementerian yang akan memanggil pemerintah daerah asal penduduk trans yang pulang guna untuk mencarikan penganggantinya kembali. Diduga minggatnya sebagian warga trans itu karena tidak betah dengan kondisi mereka yang tidak sepaham dengan warga lokal yang mendiami desa tersebut.
“Mereka yang pergi itu rata-rata trans dari DKI karena mereka tidak sejiwa, karena mereka itu bukan dari petani, tapi kalau untuk yang lain itu rata-rata betah, dan juga nanti yang pergi ini akan ada pegantinya,” terangnya. Ditambahkannya, sebelum penghuni Trans Kedataran pergi, ada sekitar 196 KK dengan rincian trans penduduk setempat (TPS) sebanyak 98 KK, dan Trans Penduduk Asal (TPA) sebanyak 98 KK, adapun penghuni trans yang meningalkan lokasi yaitu trans TPA. Dengan begitu saat ini pihaknya sudah mendata untuk penganti penghuni trans. Juga saat ini sudah ada 6 KK yang sudah siap menempati rumah trans yang ditingal penghuninya.
“Nanti dalam waktu dekat ini atau sekitar akhir November ini insyaAllah 6 KK dari Kuningan akan datang ke Kaur ini, untuk menggantikan warga trans yang pergi itu. Mereka di trans ini kita berikan Jadup makan selama lima bulan, dan mudah-mudahan yang lainya betah di lokasi trans itu,” jelasnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

Tim Liputan PWK PALEMBANG Menyaksikan Pesta Taman Resepsi Pernikahan Mantan BUJANG & GADIS PLG DI SERPONG BSD CITY BANTEN .

Foto Son Eswandy.
SATRIA Safrima Putra atau sering di panggil Ofim adalah anak tertua dari Farida Eriani dari 3 bersaudara yang kini bermukim di Serpong BSD City Tanggerang Selatan .
Ofim panggilan sehari hari ini adalah kelahiran Palembang 4 Januar 1990 anak dari pasangan M.Nuh dan Farida Eriani atau Eni . Ofim merupakan cucu dari S.Awi Ahmd Syehbubakar atau Habib luwi asal Kaur bileni
 .Foto Son Eswandy.
Ofim menamatkan Sekokah Penerbang STPT di Curug tahun 2010 dan meneruskan ke Sekolah Pilot di Banyuwangi tammat 2015 dan kini bekerja sebagia PNS Di kementerian Perhubungan Udara Sebagai instruktur pilot di Banyuwangi .
Dan Ofim ini ketika di Palembang mendapat predikat juara 1 sebagai Bujang dan Gadis Palembang th 2011 .Foto Son Eswandy.

Dan selama tinggal di Serpong diam diam Ofim menjalin persahabatan dg gadis berdarah Aceh dan Garut yang hampir setiap hari bertemu karena tiada lain sebagai tetangga nya sendiri rumah berhadap2an dan mereka menjalin cinta menjadi teman, sekali lagi teman , teman tapi mesra Akhirnya sepakat menuju kejenjang pernikahan
 .Foto Son Eswandy.
Nanam priye ditepi sawah . Tumbuh nye di bawah batang kapuk 
Ini lah biye amen giak dimuke rumah bukak jendela lah saling kijuk

Banyak bunga dlm jambangan. Tidak sia2 Ofim dan Anisa merajut cinta Sampailah mereka kini di pelaminan
Duduk bersanding dihadapan kita
 .Foto Son Eswandy.

Kini Ofim dan Annisa tengah duduk bersanding dihadapan para Tamu dan undangan , termasuk diantara nya Tim Liputan PWK Palembang dalam rangkaian resepsi pesta pernikahan
/ perkawinan Ofim dan Anisa yg di gelar di pelataran tepi danau Damai Indah Golf BSD City Serpong layaknya pesta Taman menjelang sore Sabtu 4 November 2017.
Foto Son Eswandy.

SUNGGUH INDAH CINCIN DIJARI MANIS DIPASANG DIJARI SI ANAK DARA , PASANGAN KEMANTEN INI SUNGGUH HARMONIS BAGAI KAN PINANG DIBELAH DUA.
IKAN PATIN DIGULAI TUMIS . DAGING DI IRIS BERSUDUT LANCIP
PASANGAN KEMATEN INI SUNGGUH HARMONIS BAGAI KAN PINANG DIBELAH KACIP.

Tim liputan PWK Plg 
Memberitakan dari Serpong BSD City Propinsi Banten /Sn. -.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.
Foto Son Eswandy.

Babinsa Bantu Tanam Padi

IRUL/BE BANTU: Anggota Babinsa Koramil 04 Kaur Selatan saat ikut terjun ke sawah membantu petani menanam padi di hamparan sawah Padang Petron, Minggu (5/11).
IRUL/BE
BANTU: Anggota Babinsa Koramil 04 Kaur Selatan saat ikut terjun ke sawah membantu petani menanam padi di hamparan sawah Padang Petron, Minggu (5/11).
KAUR SELATAN, BENGKULU EKSPRESS  – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 04 Kaur Selatan, gencar melaksanakan pendampingan kepada para petani dalam meningkatkan produksi panen. Pendampingan dilaksanakan dari tahap penyiapan lahan, pengolahan lahan hingga pelaksanaan panen. Seperti yang dilakukan anggota Babinsa Koramil 04 Kaur Selatan, Pelda Darmawan dan Serda Ade Gustam yang ikut mendampingi petani di hataran sawah Padang Petron Kecamatan Kaur Selatan, saat menanam padi.
“Kita gencar membantu petani salah satunya dengan menanam padi bersama petani ini,” kata Danramil 04 Kaur Selatan AP Simatupang melalui Babinsa Pelda Dermawan, kemarin (5/11). Dikatakannya, kegiatan ini merupakan salah satu upaya khusus (Upsus) mendukung progam swasembada pangan dengan luas lahan yang diolah petani. Juga ia mengajak para petani untuk segera tanam kembali setelah panen padi dengan harapan kesejahteraan petani meningkat secara drastis sesuai program yang diharapkan, sehingga pemerintah tidak mengimport beras dalam mencukupi kebutuhan pangan kedepan.
“Pendampingan yang dilakukan kita lakukan ini disambut hangat dan fositip oleh para petani, kita berharap hasil panen tahun ini nanti lebih meningkat lagi dari pada tahun sebelumnya,” harapnya. (618)
Sumber:http://bengkuluekspress.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India